SELEKSI IN VITRO 4 VARIETAS KEDELAI TERHADAP TOLERANSI KEKERINGAN MENGGUNAKAN PEG 6000
Abstract
Salah satu kendala rendahnya produksi kedelai di Indonesia adalah cekaman kekeringan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dengan mengembangkan kedelai yang toleran terhadap kekeringan. Secara in vitro, simulasi cekaman kekeringan dapat dilakukan dengan menurunkan potensial air media menggunakan polyethylene glikol (PEG). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan varietas kedelai yang toleran kekeringan menggunakan PEG. Terdapat 4 varietas kedelai yang digunakan, yaitu: Anjasmoro, Dena 1, Deja1, dan Gepak Kuning. Keempat varietas kedelai tersebut diuji dengan PEG 6000 konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 8 minggu pengamatan, varietas Gepak Kuning cenderung toleran terhadap kekeringan dibandingkan varietas Anjasmoro, Dena 1, dan Deja 1. Varietas Gepak Kuning menunjukkan hasil terbaik di setiap konsentrasi PEG yang diberikan. Terdapat kecenderungan semakin tinggi konsentrasi PEG, maka semakin rendah tinggi tanaman, panjang akar,dan jumlah daun di keempat varietas kedelai


_1.png)


