SALURAN DAN MARGIN PEMASARAN GULA AREN DI KABUPATEN REJANG LEBONG – BENGKULU

Authors

  • Taufik Hidayat Program Studi Ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu - Pusat Riset Hortikultura dan Perkebunan, Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Emlan Fauzi Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler, Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Andi Ishak Pusat Riset Kesejahteraan Sosial, Desa dan Konektivitas, Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Taupik Rahman Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup, BRIN
  • Yahumri Pusat Riset Tanaman Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Ferdi Rosbarnawan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Bengkulu
  • Harwindah Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Bengkulu
  • Rahmi Wati Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Bengkulu

Abstract

Kabupaten Rejang Lebong merupakan sentra produksi gula aren di Provinsi Bengkulu yang memiliki daerah pemasaran sampai ke luar provinsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran dan margin pemasaran gula aren di Kabupaten Rejang Lebong - Bengkulu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2023. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan petani dan pengolah gula aren, pedagang pengumpul tingkat desa, pedagang pengecer, serta pedagang besar di tingkat kabupaten pada dua lokasi sentra produksi gula aren di Kabupaten Rejang Lebong yaitu Kecamatan Sindang Kelingi dan Kecamatan Selupu Rejang. Data yang dikumpulkan terdiri dari identifikasi pelaku pasar, identifikasi saluran dan pola pemasaran, biaya pemasaran, dan keuntungan pelaku pasar. Saluran pemasaran dianalisis secara deskriptif sedangkan margin pemasaran dianalisis menggunakan rumus Dahl dan Hammond. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima saluran pemasaran gula aren di Kabupaten Rejang Lebong yang terbagi atas lima pola dan Sembilan saluran. Margin pemasaran tertinggi pada saluran langsung sebesar Rp. 17.000, -/kg (100%) diikuti saluran satu tingkat dengan pola pengolah gula aren pedagang pengumpul dalam desa  konsumen akhir sebesar Rp. 4.000, -/kg atau 30,77%. Bagian yang diterima petani pada saluran satu tingkat pola 2.1 ini adalah 76,47%. Persentase margin pemasaran terkecil diterima pedagang pengumpul dari luar desa sentra produksi pada saluran empat tingkat yakni 7,14%.

Downloads

Published

2024-01-27

How to Cite

Hidayat, T., Fauzi, E., Ishak, A., Rahman, T., Yahumri, Rosbarnawan, F., Harwindah, & Wati, R. (2024). SALURAN DAN MARGIN PEMASARAN GULA AREN DI KABUPATEN REJANG LEBONG – BENGKULU. PROSIDING SEMINAR NASIONAL PERTANIAN PESISIR, 2(1), 355–368. Retrieved from https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/SENATASI/article/view/208