DESKRIPSI TINGKAH LAKU MAKAN NURUNG MURAI BATU PIARAAN SELAMA PERLAKUAN MATCHMAKING BERBASIS RASIO JENIS KELAMIN
Abstract
Burung murai batu telah digolongkan sebagai salah satu satwa potensial untuk diternakkan. Info ilmiah tentang satwa potensial ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan matchmaking berbasis rasio jenis kelamin (RJK) terhadap tampilan tingkah laku makan burung murai batu. Objek studi yang diamati adalah 10 ekor burung murai batu yang berumur kurang lebih 12 bulan terdiri dari 4 ekor burung murai batu jantan dan 6 ekor burung murai batu betina dengan perlakuan RJK yang dibagi ke dalam kelompok P0 = RJK 1 jantan : 1 betina dan P1 = RJK 1 jantan : 2 betina, masingmasingperlakuan terdiri dari 2 kali ulangan. Parameter tingkah laku makan yang diamati adalah frekuensi aktivitas makan, durasi waktu aktivitas makan, dan konsumsi pakan. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan rerata frekuensi aktivitas makan burung murai batu jantan pada perlakuan P0 tercatat paling sering yaitu 13,24 kali/hari selama matchmaking. Rerata durasi waktu makan burung murai batu betina pada P1 paling lama (18,17 menit/ekor/hari) selama matchmaking. Jumlah konsumsi pakan burung murai batu jantan dan betina pada P0 lebih tinggi yaitu 22,91 dan 23,93 g/ekor selama matchmaking dibanding P1. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan RJK 1 jantan : 1 betina selama matchmaking dapat meningkatkan frekuensi makan burung murai batu sehingga menghasilkan jumlah konsumsi makan yang paling banyak.


_1.png)


