PENANGANAN PASCA PANEN BUAH JERUK RIMAU GERGA LEBONG (Citrus nobilis sp.) MELALUI PEMANFAATAN EDIBLE COATING KITOSAN UNTUK MEMPERPANJANG DAYA SIMPAN
Keywords:
Citrus, Post-harvest, Chitosan, Shelf lifeAbstract
Permasalahan dalam penanganan pasca panen buah jeruk rimau gerga lebong (RGL) adalah mudah
mengalami penurunan mutu. Jika disimpan dalam suhu ruangan dapat mengalami penurunan mutu
fisik dan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh lama perendaman dalam
larutan kitosan terhadap mutu fisik (kadar air, susut bobot, warna, tekstur) dan mutu kimia (pH, total asam, vitamin c dan total padatan terlarut) jeruk RGL selama penyimpanan. Penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Konsentrasi larutan kitosan 2%, dengan waktu
perendaman selama 30 detik, 60 detik, 90 detik, 120 detik dan 150 detik. Terdapat 5 taraf
perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, diamati pada hari ke 5, 10, 15, 20 dan 25
selama penyimpanan dan jeruk tanpa perendaman dalam kitosan sebagai pembanding atau kontrol.
Parameter mutu fisik (kadar air, susut bobot, warna, dan tesktur).Mutu kimia (pH, total asam,
vitamin C dan total padatan terlarut). Pengamatan pada hari ke 0,5, 10, 15, 20 dan 25 penyimpanan.
Hasil penelitiandidapatkan edible coating kitosan berpengaruh nyata terhadap mutu fisik dan kimia
jeruk gerga. Nilai mutu fisik tertinggi terdapat pada waktu perendaman selama 120 detik dengan
kadar air tertinggi sebesar 85.86%, susut bobot 26.43%,warna selama penyimpanan hari ke 0
memiliki warna kehijauan kekuningan dengan nilai 16/8, sedangkan pada hari ke 25 penyimpanan
warna jeruk gerga edible coating kitosan memiliki warna kekuningan kecoklatan dengan nilai 5Y
7/8, nilai tekstur tertinggi sebesar 31.33%. Nilai pH tertinggi sebesar 4.70, total asam 0.88%,
vitamin C, 51.74 mg/100g, dan TPT 10.64% Brix.


_1.png)


