PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel <p>PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN merupakan prosiding seminar yang diadakan oleh Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. dilaksanakan setahun sekali dan mengundang berbagai peneliti, dosen, mahasiswa yang mempresentasikan makalahnya di seminar ini .</p> <p><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230404342321330">ISSN : 2987-5587</a> </p> <p>Seminar Nasional ini diselenggarakan setiap tahun oleh Program Studi Ilmu Kelautan. Seminar Nasional Hasil Penelitian Kelautan dan Perikanan menerima naskah artikel penelitian yang akan dimuat dalam prosiding ini. Adapun bidang ilmu yang diseminarkan adalah SIG dan Penginderaan Jauh untuk kelautan dan perikanan, Manajemen Sumberdaya Kelautan dan Perikanan, Oseanografi, Perikanan Tangkap, Biodiversitas dan Bioekologi Kelautan, Perubahan Iklim dan Mitigasi Bencana Pesisir, Marikultur, Biteknologi dan Bioprospeksi Laut, Agromaritim Kompleks (Pertanian Wilayah Pesisir)</p> en-US anaariasari@unib.ac.id (Ana Ariasari) akbarabdur@gmail.com (Akbar Abdurrahman Mahfudz) Wed, 03 Jun 2026 01:21:01 +0000 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Variabilitas Biogeokimia dari pH dan Tekanan Parsial Karbondioksida (pCO2) di Perairan Selatan Jawa Berdasarkan Data Argo Float https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/398 <p>Perairan Selatan Jawa merupakan wilayah dinamis yang dipengaruhi oleh sistem monsun dan fenomena <em>upwelling</em> musiman, yang berdampak signifikan pada siklus karbon laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variabilitas temporal pH dan tekanan parsial karbondioksida pCO₂ di Perairan Selatan Jawa (8°–13° LS dan 106°–114° BT) menggunakan data profil dari <em>Biogeochemical-Argo Float</em> periode 2010–2025. Metode penelitian melibatkan pengolahan data sekunder dari <em>World Ocean Database</em> (WOD) menggunakan perangkat lunak <em>Ocean Data View</em> (ODV), di mana nilai pCO₂ diestimasi melalui pendekatan sistem karbonat laut berdasarkan parameter pH, suhu, dan salinitas. Hasil analisis menunjukkan adanya variabilitas musiman yang kuat, di mana penurunan nilai pH dan peningkatan pCO₂ secara signifikan terjadi pada musim timur (Juni–Agustus). Fenomena ini berkaitan erat dengan intensitas <em>upwelling</em> yang mengangkat massa air kaya karbon dan rendah oksigen ke lapisan permukaan. Pada kolom air yang lebih dalam, ditemukan zona minimum pH (7,7–7,9) pada kedalaman 500–1500 meter yang berasosiasi dengan proses remineralisasi bahan organik. Secara jangka panjang, data menunjukkan tren penurunan pH permukaan yang konsisten dengan fenomena pengasaman laut global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika fisik akibat monsun merupakan penggerak utama variabilitas biogeokimia di wilayah tersebut. Penggunaan data <em>Argo Float</em> terbukti efektif dalam memantau perubahan kimiawi laut secara kontinyu di wilayah yang sulit dijangkau oleh observasi, memberikan dasar penting bagi pemahaman mitigasi dampak perubahan iklim di perairan Indonesia.</p> Syarifudin Nur, Triana Krisandini, Mukti Dono Wilopo Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/398 Wed, 06 May 2026 00:00:00 +0000 Inovasi Model Penanaman Mangrove Menggunakan Metode Transplantasi untuk Rehabilitasi Area Abrasi di Kota Bengkulu https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/399 <p>Studi ini menyajikan inovasi model penanaman mangrove menggunakan metode transplantasi sebagai upaya rehabilitasi area abrasi di Kota Bengkulu. Permasalahan abrasi yang melanda pesisir Bengkulu menimbulkan kerusakan ekosistem, yang mengancam keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir serta keberfungsian kawasan konservasi. Penelitian ini dilakukan mulai dari identifikasi lokasi, persiapan bahan dan alat, serta pelaksanaan transplantasi anakan mangrove dari area sumber yang sehat ke area yang mengalami abrasi. Metode ini dipilih karena keunggulannya, yakni anakan yang sudah memiliki perakaran kuat dan lebih tahan terhadap kondisi ekstrem. Lokasi penanaman dipilih dengan memperhatikan faktor kedalaman arus dan gelombang, serta kondisi substrat yang sesuai untuk jenis mangrove seperti <em>Rhizophora mucronata</em> dan <em>Rhizophora apiculata</em>. Partisipasi aktif masyarakat lokal menjadi aspek penting dalam keberhasilan kegiatan ini, sekaligus memberikan manfaat ekologis dan ekonomi. Hasilnya menunjukkan bahwa transplantasi mangrove mampu mempercepat pemulihan ekosistem dan mengurangi kerusakan akibat abrasi secara signifikan. Keberhasilan ini membuka peluang pengembangan model serupa di kawasan pesisir lain yang menghadapi tantangan serupa. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa inovasi penanaman mangrove berbasis transplantasi dan keterlibatan masyarakat dapat menjadi strategi efektif dalam rehabilitasi pesisir, mendukung konservasi, serta mengurangi risiko bencana alam di wilayah pesisir Bengkulu dan sekitarnya.</p> Chendy Elya Fitriani, Nella Tri Agustini Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/399 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Analisis Morfometrik dan Meristik Udang Mantis (Stomatopoda) dari Pantai Pekik Nyaring, Bengkulu Tengah https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/401 <p>Udang mantis merupakan salah satu jenis <em>crustacea </em>laut yang sangat diminati untuk dikonsumsi oleh masyarakat mancanegara, namun di pesisir Kabupaten Bengkulu Tengah belum di manfaatkan secara optimal dan hanya menjadi hasil tangkapan sampingan oleh nelayan. Penelitian mengenai morfometrik dan meristik udang mantis dapat bermanfaat dalam memberikan informasi dalam proses identifikasi dan sebagai potensi baru dalam upaya pengelolaan udang mantis terutama di wilayah pesisir Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2022 di pantai Pekik Nyaring Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan pengambilan sampel udang mantis menggunakan metode <em>random sampling. S</em>ampel udang mantis didapat dengan total sampel sebanyak 90 ekor didapatkan dua jenis sampel udang mantis yaitu <em>Oratosquillina gravieri </em>(53 ekor) dengan kisaran panjang 7,82 - 11,38 cm dan <em>Harpiosquilla raphidea </em>(37 ekor) dengan kisaran panjang 9,31 - 16,56 cm. Pada analisis meristik <em>O. gravieri </em>didapat duri pada telson berjumlah antara 6 buah duri, jumlah duri pada dactylus 6 buah duri dan untuk propodus 2 buah duri, pada jenis <em>H. raphidea </em>didapat duri pada telson berjumlah 6 buah duri, jumlah duri pada dactylus 7-9 buah duri dan untuk propodus 10-12 buah duri.</p> Maya Angraini, Zamdial, Adytya Arya Kusuma Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/401 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Dari Udara untuk Pesisir: Pemanfaatan Drone dalam Mendukung Pemetaan Mangrove Muara Jenggalu Kota Bengkulu https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/404 <p>Ekosistem mangrove memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan wilayah pesisir, termasuk sebagai pelindung alami pantai, penyerap karbon, serta habitat berbagai biota perairan. Namun, dinamika perubahan lingkungan dan tekanan aktivitas manusia menuntut tersedianya data spasial mangrove yang akurat dan mutakhir sebagai dasar pengelolaan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi drone sebagai wahana pendukung penelitian dalam pemetaan ekosistem mangrove di kawasan Muara Jenggalu, Kota Bengkulu. Metode penelitian dilakukan melalui survei lapangan menggunakan drone berbasis <em>Unmanned Aerial Vehicle</em> (UAV) untuk memperoleh citra udara resolusi tinggi yang kemudian diolah melalui teknik fotogrametri dan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG). Tahapan penelitian meliputi perencanaan jalur terbang, akuisisi data citra, pengolahan <em>orthomosaic</em>, serta interpretasi tutupan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan drone mampu menghasilkan data spasial dengan tingkat detail yang tinggi sehingga memudahkan identifikasi sebaran, kerapatan, dan kondisi tutupan mangrove secara lebih cepat dan efisien dibandingkan metode pemetaan konvensional. Selain meningkatkan akurasi pemetaan, teknologi drone juga mampu menjangkau area pesisir yang sulit diakses serta menekan biaya operasional survei lapangan. Informasi yang diperoleh berpotensi mendukung kegiatan monitoring lingkungan, perencanaan konservasi, serta pengambilan kebijakan berbasis data di wilayah pesisir Muara Jenggalu. Dengan demikian, pemanfaatan <em>drone</em> menjadi pendekatan inovatif dalam penelitian pesisir yang adaptif terhadap perkembangan teknologi geospasial modern. Integrasi pemetaan drone dengan pemantauan berkala direkomendasikan untuk mendukung pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan di Kota Bengkulu.</p> Ayub Sugara, Ari Anggoro, Ana Ariasari, Nella Tri Agustini, Akbar Abdurrahman Mahfudz, Eko Nofridiansyah Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/404 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pemantauan Berat Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Di Tambak Udang PT. Laut Biru Bengkulu, Pasar Bembah, Kecamatan Air Napal, Bengkulu Utara https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/389 <p>Budidaya udang vaname (<em>Litopenaeus vannamei</em>) merupakan salah satu sektor strategis dalam perikanan Indonesia karena permintaan pasar global yang terus meningkat dan kontribusinya yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Namun, penerapan sistem budidaya intensif dengan padat tebar tinggi menimbulkan tantangan berupa penurunan kualitas air, stres lingkungan, perlambatan pertumbuhan, hingga berkurangnya sintasan. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya evaluasi terhadap pengaruh kepadatan tebar terhadap pertumbuhan udang, khususnya pada tambak intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan berat udang vaname pada padat tebar dan luasan kolam berbeda di PT. Laut Biru Bengkulu. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 menggunakan kombinasi metode eksperimen dan survei melalui pengamatan langsung, wawancara, serta dokumentasi. Data primer yang dikumpulkan meliputi hasil sampling bobot udang, jumlah individu, serta parameter pengelolaan budidaya. Laju pertumbuhan dianalisis menggunakan perhitungan <em>Average Body Weight (ABW)</em> dan <em>Average Daily Growth (ADG),</em> kemudian disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan udang meningkat bertahap dari DOC 35 hingga DOC 63, meskipun terjadi fluktuasi pada beberapa kolam akibat persaingan ruang dan pakan. Kolam A12 dan A2 menunjukkan pertumbuhan terbaik dengan ABW masing-masing mencapai 15,82 g/ekor dan 15,03 g/ekor pada DOC 63. Sementara itu, kolam A3 mengalami penurunan pertumbuhan pada periode tertentu yang diduga akibat padat tebar tinggi dan ketidakstabilan kualitas air. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pengaturan padat tebar dan manajemen kualitas air yang tepat sangat menentukan keberhasilan pertumbuhan udang vaname dalam sistem budidaya intensif.</p> Vinata Vinata, Lita Astini Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/389 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Formulasi Teh Herbal Kombinasi Rumput Laut Sargassum sp. dan Daun Mint (Mentha spp.) https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/403 <p>Rumput laut <em>Sargassum</em> sp. mengandung berbagai senyawa bioaktif sehingga potensial untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional. Namun, pemanfaatannya masih belum optimal, terutama di Kota Bengkulu. Salah satu produk olahan yang dapat dikembangkan adalah teh rumput laut. Rasa asin dan aroma anyir dari rumput laut sering tidak disukai sehingga menjadi kendala, untuk mehilangkannya dilakukan penambahan daun mint. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan daun mint pada teh rumput laut <em>Sargassum</em> sp. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dan rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan perbandingan rumput laut: daun mint yaitu; P1 (1:1), P2 (1:2), dan P3 (2:1). Setiap perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diuji yaitu kadar air, kadar abu, uji hedonik (warna, aroma dan rasa). Data kadar air dan kadar abu dianalisis dengan statistik parametrik (anova) dan data hedonik dianalisis dengan statistik nonparametrik (Krusskall Wallis) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kadar air dan kadar abu antar perlakuan, kedua parameter ini belum memenuhi standar mutu teh hitam celup (SNI 3753-2014). Penilaian warna dan rasa juga tidak menunjukan perbedaan tetapi terdapat nilai aroma menunjukkan perbedaan. Panelis cenderung lebih menyukai rasa teh rumput laut dengan penambahan konsentrasi daun mint yang lebih tinggi. Penilaian panelis terhadap warna berkisar netral- agak suka dan terhadap rasa agak tidak suka, sedangkan aroma berkisar agak tidak suka-netral. Perlu pengolahan lebih lanjut agar tingkat kesukaan konsumen terhadap teh rumput laut meningkat, seperti perendaman bahan baku pada larutan asam untuk menghilangkan bau khas rumput laut.</p> Nurlaila Ervina` Herliany, Bertoka Fajar Surya Prawira Negara, Herni Iman Sari Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/403 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Skrining Fitokimia dan Kandungan Vitamin C pada Rumput Laut Coklat Sargassum crassifolium Asal Pantai Teluk Sepang, Bengkulu https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/395 <p>Pantai Teluk Sepang memiliki keanekaragaman hayati rumput laut yang tinggi, yaitu ditemukan sebanyak 23 jenis rumput laut laut, salah satunya adalah jenis <em>Sargassum crassifolium.</em> Spesies ini memiliki kelimpahan yang tinggi, tetapi tidak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Salah satu informasi penting untuk mengembangkan pemanfaatan rumput laut adalah informasi terkait kandungan metabolit sekundernya, termasuk yang berasal dari Pantai Teluk Sepang. Tujuan penelitian ini adalah menentukan golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak kasar rumput laut <em>S. crassifolium </em>dan menganalisis kadar vitamin C nya. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif non hipotesis. Sampel rumput laut diambil secara<em> random</em> <em>sampling</em> di Pantai Teluk Sepang Kota Bengkulu. Tahapan penelitian meliputi preparasi, ekstraksi menggunakan pelarut bertingkat, skrinning fitokimia dan analisis kandungan vitamin C dengan metode titrasi. Hasil penelitian menunjukkan golongan senyawa yang teridentifikasi pada ekstrak rumput laut <em>S. crassifolium </em>adalah senyawa flavonoid dan steroid dari pelarut n-heksana (non polar), senyawa flavonoid dan steroid dari pelarut etil asetat (semi polar) dan senyawa flavonoid, senyawa saponin, serta senyawa steroid dari pelarut metanol (polar). Rumput laut <em>S. crassifolium</em> terbukti mengandung vitamin C yang tinggi, yaitu sebesar 71,86 mg/100g. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa <em>S. crassifolium </em>asal Pantai Teluk Sepang memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam bidang pangan dan kesehatan.</p> Nurlaila Ervina` Herliany, Maya Angraini Fajar Utami, Shilfarina Dwi Mutiara Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/395 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Respons Morfologis dan Tingkat Kelangsungan Hidup Fragmentasi Anemon Karpet (Stichodactyla gigantea) https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/380 <p>Fragmentasi merupakan salah satu strategi reproduksi aseksual pada anemon karpet (<em>Stichodactyla gigantea</em>), di mana pemisahan bagian tubuh menghasilkan individu baru yang identik secara genetik dan dapat meningkatkan laju pertumbuhan populasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tingkat fragmentasi yang berbeda terhadap tingkat keberhasilan hidup dan performa morfologis <em>S. gigantea</em>, serta menentukan metode fragmentasi yang paling sesuai untuk mengoptimalkan kemampuan hidup pascaoperasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan mendiskripsikan atau menggambarkan tampilan morfologi dan kelulusan hidup terhadap pembelahan anemon merah yang berbentuk karpet. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kelangsungan hidup seiring meningkatnya intensitas fragmentasi. Fragmentasi F1 menghasilkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi (100%), diikuti F2 (75%) dan F3 (75%), sedangkan F4 menunjukkan tingkat kelangsungan hidup paling rendah (25%). Sebaliknya, performa morfologis meliputi ekspansi tentakel, pewarnaan, dan regenerasi jaringan menunjukkan respons yang relatif seragam pada semua perlakuan. Tidak terdapat perbedaan signifikan antarperlakuan, yang mengindikasikan bahwa <em>S. gigantea</em> memiliki ketahanan morfologis yang baik terlepas dari ukuran fragmen, selama fragmen tersebut berhasil melalui fase awal pemulihan. Secara keseluruhan, fragmentasi menjadi dua bagian merupakan metode paling efektif dalam menyeimbangkan keberhasilan hidup dan kestabilan performa morfologis. Temuan ini memberikan dasar ilmiah untuk penyempurnaan teknik propagasi <em>ex situ</em> <em>S. gigantea</em> dalam mendukung upaya konservasi dan praktik akuakultur berkelanjutan.</p> Muhammad Ridwan Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/380 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Peluang Ekonomi Biru melalui Produksi dan Penyediaan Bibit Lamun Berbasis Penyemaian Generatif https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/379 <p>Padang lamun di Indonesia mengalami degradasi mencapai 30–40%, sehingga diperlukan upaya rehabilitasi yang lebih efektif melalui pendekatan transplantasi. Metode transplantasi secara generatif menawarkan sejumlah keunggulan ekologis, termasuk peningkatan keragaman genetik, ketahanan bibit, serta kapasitas produksi dalam skala besar. Namun, ketersediaan bibit dengan metode generatif yang siap tanam masih sangat terbatas karena belum berkembangnya unit produksi yang mampu beroperasi secara sistematis dan berkelanjutan. Kesenjangan antara meningkatnya kebutuhan rehabilitasi dengan terbatasnya suplai bibit menciptakan peluang ekonomi bagi pengembangan usaha penyediaan bibit lamun. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan ekonomi produksi bibit lamun <em>Enhalus acoroides </em>melalui tiga skema skala produksi dengan pendekatan analisis biaya, pendapatan, dan profitabilitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa skema produksi 1.000 bibit merupakan opsi paling efisien dengan harga pokok produksi sebesar Rp 4.500 per unit. Skema ini mampu menghasilkan harga jual yang tetap terjangkau sebesar Rp 18.000 per unit, sehingga memberikan pendapatan total Rp 18.000.000 dan keuntungan bersih Rp 13.500.000. Margin keuntungan yang dicapai sebesar 75%, lebih tinggi dibandingkan dua skema produksi lainnya yang masing-masing menghasilkan margin 50% dan 67%. Perbedaan margin ini terutama dipengaruhi oleh efisiensi distribusi biaya tetap serta variabel pada skala produksi yang lebih besar, yang memungkinkan penurunan biaya per unit secara signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa produksi bibit lamun dalam skala besar tidak hanya layak secara finansial, tetapi juga strategis untuk mendukung program rehabilitasi kawasan pesisir melalui model bisnis berbasis ekonomi biru yang berkelanjutan.</p> R. M. Dio Dwi Pangga, Ita Riniasih, Ita Widowati, Surya Fajar Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/379 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Keanekaragaman Komunitas Makroalga di Zona Intertidal Kampung Kunef, Kabupaten Supiori, Papua https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/378 <p>Makroalga merupakan organisme <em>thallus</em> (Thalophyta) yang memiliki potensi pemanfaatan luas dalam bidang pangan, farmasi, dan bioteknologi. Keragaman makroalga di kawasan intertidal dipengaruhi oleh dinamika faktor lingkungan yang tinggi. Perairan Kampung Kunef, Papua, diketahui memiliki hamparan terumbu karang dan lamun yang menjadi habitat bagi berbagai jenis makroalga, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman komunitas makroalga di zona intertidal Kampung Kunef, Kabupaten Supiori, Papua. Pengambilan sampel dilakukan pada Bulan Oktober 2024, menggunakan metode garis transek dengan teknik sampel kuadrat, sedangkan parameter kualitas air (suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut) diukur secara <em>in situ</em>. Hasil penelitian menunjukkan adanya 33 jenis makroalga yang tergolong dalam kelas Chlorophyceae (16 jenis), Phaeophyceae (9 jenis), dan Rhodophyceae (8 jenis). Komposisi tertinggi terdapat pada Chlorophyceae (47,16%), diikuti Phaeophyceae (37,42%) dan Rhodophyceae (15,43%). Nilai indeks keanekaragaman (H’=3,30) dan keseragaman (E=0,94) menunjukkan kategori tinggi, sedangkan indeks dominansi rendah (C=0,04). Parameter lingkungan berada dalam kisaran optimal bagi pertumbuhan makroalga, meliputi suhu 30,9-31,5 °C, salinitas 30–35 ppt, pH 7,98–8,3, dan oksigen terlarut 7,2–7,7 mg/L. Secara keseluruhan, kondisi perairan Kampung Kunef sangat mendukung keberagaman komunitas makroalga dan berpotensi untuk pengembangan pemanfaatannya di masa mendatang.</p> Frida Loinenak, Ance A Barias, Dougklas L Wattimury, Roni Bawole, Agnestesya Manuputty, Tresia S Tururaja Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/378 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Efektivitas Manajemen Pembesaran Ikan Kerapu Bebek (Cromileptes altivelis) dengan Keramba Jaring Apung (KJA) di BBPBL Lampung https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/394 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teknik pembesaran ikan kerapu bebek (<em>Chromileptes altivelis</em>) di Keramba Jaring Apung (KJA) Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung, wawancara, serta studi literatur sebagai pendukung. Parameter yang diamati mencakup media pemeliharaan, kualitas benih, pertumbuhan ikan, manajemen pakan, pengendalian hama dan penyakit, serta kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan KJA dengan konstruksi yang sesuai mampu mendukung sirkulasi air dan kondisi lingkungan pemeliharaan. Pertumbuhan ikan mengalami peningkatan selama masa pemeliharaan, ditunjukkan oleh kenaikan bobot dan panjang pada setiap periode sampling. Pemberian pakan dilakukan dengan metode <em>ad satiation</em> menggunakan kombinasi pakan pelet dan pakan rucah yang disesuaikan dengan kebutuhan ikan. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan melalui tindakan preventif dan kuratif, termasuk perendaman air tawar dan pemberian multivitamin. Kondisi kualitas air selama pemeliharaan berada dalam kisaran optimal, dengan parameter utama seperti salinitas, suhu, dan oksigen terlarut yang mendukung pertumbuhan ikan. Secara keseluruhan, penerapan manajemen budidaya yang baik di BBPBL Lampung menunjukkan bahwa pembesaran ikan kerapu bebek di KJA dapat dilakukan secara efektif dan memiliki potensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan.</p> Nur Lina Maratana Nabiu, Rial Mizat Rolin, Fiande Lucky Marzuki Nasution Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/394 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Skrining Fitokimia dan Kandungan Vitamin C Pada Makroalga Hijau Halimeda opuntia Asal Pantai Teluk Sepang, Bengkulu https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/397 <p><em>Halimeda opuntia </em>merupakan spesies makroalga hijau yang banyak ditemukan di pesisir Indonesia, utamanya di daerah terumbu karang. Di Provinsi Bengkulu, spesies ini banyak ditemukan salah satunya di Pantai Teluk Sepang. Walaupun potensinya melimpah, tetapi pemanfaatan spesies ini masih terbatas karena kurangnya informasi mengenai kandungan bioaktifnya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak kasar <em>H. opuntia </em>dan menganalisis kadar vitamin C-nya. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif non hipotesis. Sampel makroalga diambil secara<em> random</em> <em>sampling</em> di Pantai Teluk Sepang Kota Bengkulu. Tahapan penelitian meliputi preparasi, ekstraksi menggunakan pelarut bertingkat, skrinning fitokimia dan analisis kandungan vitamin C dengan metode titrasi. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak <em>H. opuntia </em>dari ketuga pelarut mengandung senyawa flavonoid dan triterpenoid. Kadar vitamin C yang terkandung pada makroalga ini sebesar 33 mg/100g.</p> Nurlaila Ervina` Herliany, Maya Angraini Fajar Utami, Wulantika Irza Savira Putri Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/397 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Tipe Tanah dan Varietas Mangrove terhadap Keberhasilan Penanaman di TWA Pantai Panjang dan Pulau Baai, Bengkulu https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/396 <p>Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pesisir, menahan abrasi, serta menyediakan habitat bagi berbagai biota akuatik. Namun, degradasi ekosistem mangrove akibat aktivitas antropogenik terus meningkat, termasuk di kawasan Muara Sungai Bengkulu. Kondisi ini menjadikan upaya rehabilitasi sebagai urgensi utama untuk memulihkan fungsi ekologis mangrove. Salah satu faktor penentu keberhasilan rehabilitasi adalah kesesuaian antara varietas mangrove dan tipe tanah tempat penanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberhasilan pertumbuhan mangrove pada dua tipe tanah berbeda (berpasir dan berlumpur) menggunakan dua varietas umum, yaitu <em>Rhizophora mucronata</em> dan <em>Avicennia marina</em>. Metode penelitian dilakukan melalui survei lapangan untuk identifikasi zona penanaman, pembibitan, penanaman langsung di lapangan, serta monitoring pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup (<em>survival rate</em>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substrat berlumpur memberikan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan tanah berpasir. Tanah berlumpur yang memiliki tekstur halus dan kandungan nutrien tinggi memungkinkan perkembangan akar lebih optimal, sedangkan tanah berpasir kurang stabil sehingga menghambat pertumbuhan akar. Perhitungan <em>survival rate</em> menunjukkan tingkat keberhasilan penanaman berada pada kategori rendah, yang dipengaruhi oleh kondisi substrat dan dinamika pasang surut. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemilihan tipe tanah dan varietas mangrove yang tepat merupakan faktor kunci dalam kegiatan restorasi ekosistem pesisir. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis karakteristik lahan untuk meningkatkan efektivitas rehabilitasi mangrove di kawasan Muara Sungai Bengkulu.</p> Zaptia Tavtazany, Nella Tri Agustini, Selly Ratna Sari Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/396 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Perbedaan Komposisi Tepung Maggot dengan Pelet terhadap Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/391 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak perbedaan komposisi tepung maggot dengan pelet terhadap pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan enam pengulangan, yaitu: P1:100% tepung maggot, P2: 75% tepung maggot + 25% pelet , P3: 50% tepung maggot + pelet 50% dan P4: 25% tepung maggot + 75% pelet. Metode analisis yang digunakan adalah analisis varians dan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) pada level 5% dan 1%. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan panjang dan berat mutlak, konversi pakan, efisiensi pakan, serta tingkat kelangsungan hidup. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa rasio tepung maggot dengan pelet memiliki pengaruh signifikan terhadap parameter pertumbuhan panjang dan berat mutlak, konversi pakan, serta efisiensi pakan, namun tidak memiliki efek terhadap tingkat kelangsungan hidup. Perbedaan komposisi yang paling optimal adalah tepung maggot 75% + pelet 25% dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 100%.</p> Zulkhasyni, Silvy Syukhriani, Dedi Pardiansyah, Siti Nur Aisyah Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/391 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pemantauan Laju Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vanamei) di Tambak Intensif PT. USBG Kabupaten Kaur https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/393 <p>Pemantauan pertumbuhan udang vaname merupakan aspek penting dalam budidaya yang berfungsi untuk mengevaluasi efektivitas manajemen pemeliharaan. PT. USBG Kabupaten Kaur merupakan salah satu unit usaha perikanan yang menerapkan sistem budidaya udang vaname secara intensif. Latar belakang penelitian ini adalah belum tersedianya informasi rinci mengenai laju pertumbuhan udang vaname pada tambak intensif PT. USBG serta bagaimana kualitas lingkungan dan manajemen pakan memengaruhi pertumbuhan tersebut Pemantauan dilakukan melalui sampling mingguan pada tiga kolam yang dipilih dengan metode <em>systematic random sampling</em>, meliputi pengukuran bobot, panjang, jumlah udang, serta pencatatan kualitas air seperti suhu, pH, salinitas, dan oksigen terlarut. Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan udang pada seluruh kolam mengikuti pola umum budidaya intensif, yaitu pertumbuhan cepat pada fase awal (DOC 35–49) dan penurunan laju pertumbuhan pada fase selanjutnya. Nilai GR dan SGR tertinggi tercatat pada kolam 9 pada interval DOC 42–49, yaitu GR 0,455 g/hari dan SGR 8,26%/hari, mengindikasikan manajemen pakan dan lingkungan yang optimal pada fase tersebut. Penurunan pertumbuhan setelah DOC 49 dipengaruhi oleh meningkatnya biomassa kolam, perubahan kebutuhan energi, serta pergantian pakan dari Irawan + Witnis FPF menjadi Irawan + Smart. Parameter kualitas air berada dalam kisaran optimal untuk budidaya, sehingga mendukung stabilitas pertumbuhan selama pemeliharaan. Secara keseluruhan, Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika pertumbuhan udang vaname di tambak intensif serta menegaskan pentingnya monitoring berkala terhadap pakan, kualitas air, dan manajemen pemeliharaan untuk mencapai performa pertumbuhan yang maksimal.</p> Titin Kartika, Akbar Abdurrahman Mahfudz Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/393 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Manajemen Kualitas Air pada Pembesaran Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Tambak PT. USBG, Kabupaten Kaur https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/392 <p>Kegiatan budidaya udang vanamei (<em>Litopenaeus vannamei</em>) memerlukan pengelolaan kualitas air yang baik karena parameter fisika-kimia perairan sangat menentukan pertumbuhan, kelangsungan hidup, serta kesehatan udang. Penelitian ini dilaksanakan di tambak intensif PT. Usaha Sejahtera Bersama Grago (USBG) Kabupaten Kaur dengan tujuan mengetahui penerapan manajemen kualitas air pada proses pembesaran udang serta permasalahan yang muncul selama pemeliharaan. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung, wawancara, partisipasi aktif, serta pengumpulan data sekunder. Data kualitas air diperoleh melalui pengukuran parameter suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut (DO), kecerahan, serta amonia menggunakan thermometer, pH meter, refractometer, DO meter, Secchi disk, dan spectrophotometer. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analisis tren waktu. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa suhu perairan berkisar 28–31°C, salinitas rata-rata 25 ppt, DO berada pada kisaran 6–8 ppm, dan pH 7,02–7,96; seluruhnya masih dalam batas optimal untuk budidaya udang vaname. Pengelolaan kualitas air dilakukan melalui penambahan kapur, aplikasi probiotik, penyiponan dasar tambak, serta pengaturan aerasi. Permasalahan utama yang ditemukan yaitu fluktuasi oksigen pada malam hari, peningkatan amonia dan nitrit akibat sisa pakan, serta perubahan kualitas air saat musim hujan. Secara umum, sistem manajemen kualitas air yang diterapkan PT. USBG sudah sesuai standar budidaya intensif dan mendukung keberhasilan pertumbuhan udang.</p> I Made Aditya Putra, Akbar Abdurrahman Mahfudz Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/392 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Analisis Kandungan Formalin pada Daging Ikan Tuna Sisik (Luthunnus affinis) Segar di Pasar Tradisional Curup Rejang Lebong https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/405 <p>Formalin merupakan bahan kimia berbahaya yang sering disalahgunakan sebagai pengawet pada produk perikanan karena kemampuannya memperlambat proses pembusukan. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Tradisional Curup Rejang Lebong Bersama Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Bengkulu dengan tujuan utama untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan formalin pada daging ikan tuna sisik (<em>Luthunnus affinis </em>) yang dijual di Pasar Tradisional Curup, Kabupaten Rejang Lebong. penggunaan formalin pada bahan pangan dilarang keras karena dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan, mulai dari iritasi, kerusakan organ, hingga bersifat karsinogenik apabila dikonsumsi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pengawasan terhadap keberadaan bahan kimia berbahaya ini sangat penting dilakukan untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat. Pada kegiatan ini, pengujian formalin dilakukan menggunakan metode uji semi-kualitatif dengan Kit Uji Formaldehyde melalui pendekatan analisis kolorimetri. Sampel ikan terlebih dahulu dipreparasi, kemudian diekstraksi untuk mendapatkan larutan uji. Selanjutnya, larutan tersebut direaksikan dengan reagen penguji dan diamati perubahan warnanya. Warna yang muncul dibandingkan langsung dengan kartu indikator standar untuk menentukan ada atau tidaknya kandungan formalin pada sampel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa daging ikan tuna sisik yang dianalisis negatif mengandung formalin, ditandai dengan warna larutan yang sesuai dengan nilai 0 mg/L pada indikator. Temuan ini menunjukkan bahwa ikan tuna yang dijual di Pasar Tradisional Curup masih memenuhi standar keamanan pangan dan diduga ditangani tanpa penambahan bahan kimia berbahaya. Kegiatan ini memberikan pengalaman praktis dalam menerapkan metode pengujian formalin serta mempertegas pentingnya pengawasan mutu hasil perikanan dalam melindungi kesehatan konsumen.</p> Syifa Al Annisa, Anggini Fuji Astuti, Kukuh Andias Purbianto Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/405 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Studi Pendahuluan Pertumbuhan Amphora sp. pada Kondisi Kultur Autotrof, Miksotrof, dan Heterotrof https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/400 <p><em>Amphora</em> sp. merupakan diatom bentik yang memiliki potensi besar dalam aplikasi bioteknologi kelautan. Namun, sistem kultur autotrof konvensional seringkali terkendala oleh rendahnya kepadatan sel akibat keterbatasan penetrasi cahaya. Pemanfaatan fleksibilitas metabolik melalui kondisi miksotrof dan heterotrof menawarkan solusi untuk meningkatkan efisiensi produksi biomassa melalui pemanfaatan karbon organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan tumbuh diatom <em>Amphora</em> sp. pada berbagai kondisi trofik. Mikroalga dikultur selama 12 hari menggunakan tiga perlakuan: autotrof (media f/2), miksotrof (f/2 + glukosa, <em>yeast extract</em>, pepton dengan cahaya), dan heterotrof (f/2 + glukosa, <em>yeast extract</em>, pepton tanpa cahaya) pada suhu 24°C. Eksperimen dilakukan dengan tiga kali ulangan. Variabel pengamatan utama adalah kepadatan sel yang dihitung secara mikroskopis menggunakan <em>Haemocytometer</em> pada awal (H-0) dan akhir (H-12) masa kultivasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui tabulasi untuk membandingkan laju peningkatan kepadatan sel antar perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa kepadatan sel awal sebesar 1,30 x 10<sup>5</sup> sel/mL meningkat pada semua kondisi. Kepadatan sel tertinggi dicapai pada kondisi miksotrof (3,93 x 10<sup>6</sup> sel/mL), diikuti autotrof (3,81 x 10<sup>6</sup> sel/mL), dan heterotrof (1,94 x 10<sup>6</sup> sel/mL). Data ini menunjukkan bahwa <em>Amphora</em> sp. memiliki kemampuan untuk memanfaatkan karbon organik eksternal, meskipun pertumbuhan optimal tetap bergantung pada keberadaan cahaya.</p> Person Pesona Renta, Yusi Luluk Rahmania, Widayat Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/400 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Monitoring Ekosistem Mangrove sebagai Habitat Gastropoda di Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Panjang-Pulau Baai Kota Bengkulu https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/408 <p>Ekosistem mangrove berperan penting dalam menjaga stabilitas wilayah pesisir dan menyediakan habitat bagi berbagai biota bentik, termasuk gastropoda yang dapat berfungsi sebagai bioindikator kualitas lingkungan. Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Panjang-Pulau Baai Kota Bengkulu merupakan kawasan konservasi mangrove yang mengalami tekanan akibat aktivitas manusia, sehingga diperlukan monitoring untuk menilai kondisi ekologisnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis gastropoda yang berasosiasi dengan mangrove serta menganalisis kelimpahannya pada dua lokasi pengamatan. Metode survei digunakan dengan pengambilan sampel menggunakan kuadran 1×1 m<sup>2</sup> sebanyak lima ulangan pada plot 10×10 m<sup>2</sup>. Hasil monitoring menunjukkan bahwa terdapat empat jenis gastropoda, yaitu <em>Cerithidea quoyii, Littoraria angulifera, Littoraria scabra, dan Telescopium telescopium</em>. Kelimpahan gastropoda menunjukkan perbedaan antar lokasi, di mana Stasiun 1 mencatat 43 individu dengan kelimpahan 8,6 ind/m², sedangkan Stasiun 2 mencatat 30 individu dengan kelimpahan 6,0 ind/m². <em>L. angulifera</em> dan <em>C. quoyii</em> menjadi spesies dominan, sementara <em>T. telescopium</em> tidak ditemukan pada Stasiun 2, yang menunjukkan adanya variasi kondisi substrat, kerapatan vegetasi, serta ketersediaan bahan organik. Temuan ini menunjukkan bahwa ekosistem mangrove TWA Pantai Panjang-Pulau Baai masih dapat mendukung keberadaan gastropoda, namun terdapat tekanan lingkungan pada beberapa area. Hasil monitoring ini memberikan gambaran dasar kondisi ekologis mangrove dan penting sebagai pertimbangan dalam pengelolaan dan konservasi kawasan secara berkelanjutan.</p> Lisa Wahyuni, Deddy Bakhtiar Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/408 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dalam Visualisasi Informasi Peta di Pulau Bintan Provinsi Kepulauan Riau https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/409 <p>Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah namun pengelolaannya belum optimal akibat kurangnya data spasial yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan visualisasi informasi peta dan mengidentifikasi potensi daerah pesisir dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode penelitian yang digunakan adalah pengolahan data geospasial menggunakan aplikasi ArcGIS dan data Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) yang diperoleh dari situs resmi Tanah Air Indonesia. Tahapan penelitian mencakup identifikasi tutupan lahan, batas administrasi, unsur perairan, serta sarana dan prasarana wilayah. Hasil penelitian menunjukkan visualisasi peta yang terperinci mengenai pembagian wilayah administrasi kecamatan dan berbagai objek tutupan lahan yang diklasifikasikan berdasarkan SNI 7645:2010, meliputi lahan terbangun, lahan pertanian, bukan lahan pertanian, dan badan air. Objek spesifik yang terpetakan mencakup pemukiman, hutan, perkebunan, sungai, hingga infrastruktur transportasi seperti bandara dan pelabuhan. Pemetaan ini memvisualisasikan informasi alami dan non alami secara spasial sehingga dapat dijadikan acuan bagi berbagai pihak yang membutuhkan data spasial. Penggunaan data geospasial melalui SIG merupakan instrumen krusial dalam merencanakan tata ruang yang efektif, mencegah tumpang tindih penggunaan lahan, serta menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan konservasi lingkungan laut secara berkelanjutan di Pulau Bintan.</p> Ana Ariasari, Febriyanti, Bagus Atmaja, Tirta Nur Hafizah, Mita Puspita Sari Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/409 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Prospek Pengembangan Perikanan Sidat (Anguilla spp.) di Provinsi Bengkulu (Suatu Tinjauan Ilmiah) https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/412 <p>Provinsi Bengkulu yang terletak di Pantai Barat Pulau Sumatera dengan garis pantai sepanjang ± 525 km, mempunyai 89 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang mengalir dan bermuara ke Samudera Hindia. Wilayah perairan laut, pantai, muara dan sungai di sepanjang wilayah pesisir Provinsi Bengkulu tersebut memiliki potensi sumberdaya ikan laut (<em>marine fishes</em>), ikan muara (<em>brackishwater fishes</em>) dan ikan air tawar (<em>freshwater fishes</em>). Salah satu jenis sumberdaya ikan yang sangat potensial untuk dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai komoditi yang bernilai ekonomis adalah ikan sidat (Anguilla spp.). Penelitian mengenai ikan sidat sudah dilakukan sejak tahun 2010 oleh Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu bekerjasama dengan P2O-LIPI dengan meneliti keberadaan dan kelimpahan, identifikasi jenis dan musim glass eel di beberapa sungai Provinsi Bengkulu. Sejak tahun 2010 hingga tahun 2022 penelitian-penelitian eksplorasi terkait potensi dan jenis ikan sudah sudah dilakukan hampir di seluruh sungai di Provinsi Bengkulu. Terdapat 3 jenis ikan sidat yang ditemukan yaitu <em>Anguilla bicolor, A. bicolor bicolor dan A. marmorata</em>. Berdasarkan data produksi hasil tangkapan sidat dari 24 provinsi di Indonesia pada tahun 2018, produksi hasil tangkapan dari Provinsi Bengkulu adalah sebesar 16,1% atau berada di urutan kedua terbanyak setelah Provinsi Sulawesi Selatan. Tahun 2022-2023 Prodi Ilmu Kelautan melakukan uji coba budidaya ikan sidat bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan. Budidaya ikan sidat (Anguilla spp.) dapat menjadi komoditas unggulan budidaya perikanan di Provinsi Bengkulu. Dalam 5 (lima) tahun kedepan diharapkan budidaya ikan sidat dapat menjadi pengungkit ekonomi masyarakat nelayan dan komoditi ekspor perikanan budidaya dari Provinsi Bengkulu.</p> Zamdial Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/412 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Analisis Indeks Kerentanan Ekosistem Mangrove Teluk Kiowa Pulau Enggano https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/413 <p>Pulau Enggano memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama pada ekosistem mangrove yang berperan penting secara fisik, biologis, dan ekonomis bagi masyarakat pesisir. Penelitian ini dilakukan di Perairan Teluk Kiowa, Desa Kahyapu, dengan tujuan menganalisis tingkat kerentanan ekosistem mangrove. Metode yang digunakan adalah survei yang mencakup pengumpulan, pengolahan, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis mangrove, yaitu <em>Rhizophora apiculata</em>, <em>Rhizophora mucronata</em>, <em>Bruguiera gymnorrhiza</em>, dan <em>Ceriops tagal</em>. Kerapatan mangrove tertinggi pada <em>line</em> 1 dan <em>line</em> 3 didominasi oleh <em>Rhizophora mucronata</em> (250 ind/ha), sedangkan pada <em>line</em> 2 didominasi oleh <em>Rhizophora apiculata</em> (225 ind/ha). Analisis indeks kerentanan menghasilkan nilai sebesar 1,75 yang mengindikasikan bahwa ekosistem mangrove di lokasi penelitian berada dalam kategori rentan.</p> Dewi Purnama, M. Yusuf Ridho, Yar Johan Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/413 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Uji Kualitatif Kandungan Formalin pada Ikan Layur (Trichiurus lepturus) Menggunakan Tes Kit di Laboratorium Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bengkulu https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/414 <p>Formalin adalah senyawa kimia berbahaya yang sering disalahgunakan sebagai pengawet makanan karena harganya murah, meskipun tidak diizinkan untuk konsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan bahwa ikan yang beredar di pasar tidak mengandung formalin yang berbahaya, sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat. Pengujian menggunakan metode kualitatif yang menggunakan kit formalin menunjukkan bahwa ikan yang diuji tidak mengandung formalin. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi perubahan warna pada sampel uji (tetap sesuai warna awal/negatif), sehingga dapat disimpulkan bahwa ikan layur yang diuji tidak mengandung formalin, sehingga aman dikonsumsi dan tidak berpotensi menimbulkan bahaya kesehatan bagi masyarakat. Pengujian ini juga penting mengedukasi masyarakat dan pengawasan ketat untuk menjaga kesehatan dalam konsumsi ikan segar dan bebas dari bahan berbahaya.</p> Tiensi Laventina Marpaung, Dewi Purnama Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/414 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Teknik Pemeliharaan Induk Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) dengan Metode KJA di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/390 <p>Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, berfokus pada teknik pemeliharaan induk ikan Kerapu Macan (<em>Epinephelus fuscoguttatus</em>) menggunakan metode Keramba Jaring Apung (KJA). Tahapan PKL meliputi persiapan wadah KJA, pemeliharaan induk dengan pemberian pakan bervariasi (ikan segar, cumi-cumi, pakan buatan) yang diperkaya suplemen (Vitamin E, C, multivitamin, DHA, minyak ikan), serta manajemen pakan dengan <em>Feeding Rate</em> (FR) 1-3% dari bobot badan induk. Kualitas air (suhu 29,5°C, DO 5,70 mg/l, salinitas 32 ppt, pH 8,23-8,24) terpantau optimal. Pencegahan penyakit dilakukan dengan perendaman Formaldehida 38%. Seleksi induk berdasarkan kondisi fisik dan kematangan gonad, dengan rata-rata berat 9,75 kg dan panjang 65 cm. Pemijahan induk dilakukan secara alami di KJA. Namun, tidak ada telur yang berhasil dipanen. Kegagalan ini diidentifikasi karena ketidakseimbangan rasio jantan dan betina, serta gangguan cuaca ekstrem (badai dan gelombang besar) yang menyebabkan penurunan kualitas air dan stres pada ikan.</p> Aurora Lery Moulia, Yar Johan, Emy Rusyani Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/390 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Identifikasi Morfologi Ektoparasit pada Budidaya Ikan Lele (Clarias batrachus Linnaeus, 1758) https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/386 <p>Parasit merupakan organisme yang menginfestasi ikan yang dapat mengganggu jaringan pada inang. Jenis parasit yang dapat ditemukan pada ikan lele <em>(Clarias batrachus </em>Linnaeus, 1758<em>)</em> kebanyakan berasal dari spesies ektoparasit, yaitu <em>Gyrodactylus</em> sp., <em>Dactyrogylus</em> sp., <em>Trichodina</em> sp., dan <em>Ichthyophthirius multifiliis </em>yang merupakan penyebab kematian masal pada komoditas ikan budidaya, seperti ikan lele. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2024 di Kolam Budidaya, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana, Bali. Sampel Ikan Lele (<em>C. batrachus</em>) yang digunakan sebanyak 20 ekor dengan panjang sebesar 9-12 cm dan berumur 2 bulan. Hasil penelitian ditemukan dua jenis ektoparasit yang menginfestasi Ikan lele (<em>C. batrachus</em>), yaitu <em>Dactyrogylus</em> sp. dan <em>Gyrodactylus</em> sp. berdasarkan dari identifikasi morfologi. Pada ikan lele (<em>C. batrachus</em>) ditemukan dua jenis ektoparasit, yaitu <em>Dactylogyrus</em> sp. yang menginfestasi insang dan permukaan tubuh sebanyak 8 individu, serta <em>Gyrodactylus</em> sp. yang menginfestasi insang, permukaan tubuh, dan sirip dengan jumlah 12 individu, sehingga total ektoparasit yang ditemukan mencapai 20 individu. Kondisi kualitas air selama penelitian, termasuk pH (7,6–7,7), suhu (27,2–27,6°C), dan oksigen terlarut (4,01–4,25 mg/L), masih berada dalam kisaran normal. Infestasi ektoparasit berpotensi menyebabkan gangguan respirasi dan kerusakan jaringan insang. Informasi ini penting sebagai dasar pengendalian penyakit ikan secara berkelanjutan dalam sistem budidaya.</p> Lady Christina Anisa Putri Sihombing, Ni Putu Putri Wijayanti, Endang Wulandari Suryaningtyas, Amayliana Ajeng Nastiti Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/386 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Aplikasi Edible Film Kappa Karagenan sebagai Kemasan Biodegradable Bumbu Mi Instan Selama Penyimpanan Suhu Ruang https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/382 <p>Tingginya tingkat konsumsi mi instan di Indonesia menyebabkan peningkatan jumlah sampah plastik, khususnya dari kemasan bumbu mi instan yang sulit terurai. Penelitian ini bertujuan mengaplikasikan kemasan primer <em>edible film</em> berbasis kappa-karagenan dan gliserol sebagai solusi inovatif, serta mengevaluasi karakteristik <em>edible film</em> dan stabilitas bumbu mi instan yang dikemas <em>edible film</em> selama 4 minggu penyimpanan pada suhu ruang. <em>Edible film</em> dibuat menggunakan formulasi terbaik dari Rusli dkk, (2017), yaitu 3% karagenan dan 10% gliserol dan dikarakterisasi secara deskriptif, sedangkan pengujian stabilitas bumbu mi instan yang dikemas <em>edible film</em> selama penyimpanan 4 minggu pada suhu ruang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali ulangan dan perlakuan lama penyimpanan 4 minggu (1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan 4 minggu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik <em>edible film</em> berbahan karagenan pada penelitian ini memenuhi persyaratan untuk kemasan <em>edible</em> dengan ketebalan 0,032 mm, kadar air 12,57%, kekuatan tarik 4,111 MPa dan elongasi 49,70%. Pada tahap aplikasi penyimpanan, menunjukkan bahwa lama penyimpanan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air dan angka lempeng total (ALT) bumbu yang dikemas <em>edible film</em>. Meskipun nilai kadar air dan ALT mengalami kenaikan setiap minggunya, nilainya tetap memenuhi persyaratan mutu. Namun, lama penyimpanan secara signifikan memengaruhi pH bumbu pada minggu ke-3 dan ke-4. Sementara itu, uji hedonik menunjukkan tidak ada perbedaan nyata tingkat kesukaan panelis terhadap bumbu yang dilarutkan bersama <em>edible film</em> maupun tanpa <em>edible film</em>, dengan rata-rata penilaian agak suka.</p> Dini Gesta Febrianto, Sakinah Haryati, Afifah Nurazizatul Hasanah Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/382 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Manajemen Pemantauan Kualitas Air Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Di PT. Laut Biru Bengkulu https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/385 <p>Studi ini dilaksanakan di tambak intensif PT Laut Biru Bengkulu (LBB), Kecamatan Air Napal, Kabupaten Bengkulu Utara, yang bertujuan untuk mengetahui manajemen pemantauan kualitas air pada kolam pembesaran udang vaname (<em>Litopanaeus vannamei). </em>Kegiatan pengontrolan kualitas air tambak udang vaname dilakukan dengan pemantauan harian pada lima kolam berbeda, yaitu kolam A1, A2, A3, A11, dan A12. Parameter kualitas air yang dipantau setiap hari meliputi kecerahan, pH<em>, dissolved oxygen</em> (DO), dan suhu, sedangkan pengecekan nitrit dilakukan secara mingguan. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kolam A1 memiliki rata-rata pH 8,1, DO 4,9 mg/L, kecerahan 41,4 cm, suhu 28,5°C, dan nitrit 0,319 ppm. Kolam A2 memiliki pH 8,1, DO 4,8 mg/L, kecerahan 40,4 cm, suhu 28,4°C, dan nitrit 0,394 ppm. Kolam A3 menunjukkan nilai pH 8,2, DO 4,8 mg/L, kecerahan 40,5 cm, suhu 28,4°C, dan nitrit 0,298 ppm. Kualitas air di kolam A11 didapatkan pH 8,1, DO 4,8 mg/L, kecerahan 40,2 cm, suhu 28,5°C, dan nitrit 0,203 ppm, sedangkan kolam A12 memiliki pH 8,1, DO 4,8 mg/L, kecerahan 42 cm, suhu 28,5°C, dan nitrit 0,147 ppm. Hasil studi ini menunjukkan bahwa manajemen pemantauan parameter kualitas air secara rutin dapat membantu menjaga kondisi optimal lingkungan tambak untuk mendukung pertumbuhan udang vannamei secara intensif. Pemantauan berkelanjutan sangat penting untuk memastikan kualitas air tetap stabil dan mendukung performa produksi yang maksimal.</p> Yeli Melzeta Dewi, Ana Ariasari Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/385 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Uji Bakteri Escherichia coli pada Produk Ikan Layur (Trichiurus lepturus) Beku Hasil Tangkapan di Kota Bengkulu https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/381 <p>Ikan layur (<em>Trichiurus Lepturus</em>) merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang banyak dikonsumsi masyarakat dan dipasarkan dalam bentuk beku, sehingga mutunya perlu dijaga terutama dari kontaminasi bakteri patogen seperti <em>Escherichia coli</em>. Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini dilaksanakan di Laboratorium Penguji Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Bengkulu dengan tujuan untuk mengetahui keberadaan <em>E. coli</em> pada produk ikan layur beku. Pengujian dilakukan menggunakan metode <em>Most Probable Number</em> (MPN) dan serangkaian uji biokimia sesuai dengan standar SNI 2332.1:2015. Tahapan analisis meliputi uji pendugaan menggunakan LTB, uji penegasan dengan EC Broth, isolasi pada media L-EMB, serta konfirmasi melalui uji IMViC (Indol, MR, VP, dan Sitrat). Hasil pengujian menunjukkan nilai akhir &lt;3,0 APM/gram dan tidak ditemukan karakteristik biokimia khas <em>E. coli</em>, sehingga dapat disimpulkan bahwa ikan layur beku yang diuji memenuhi standar keamanan pangan dan layak untuk dikonsumsi.</p> Dede Kurniawan Sembiring, Firdha Iresta Wardani, Jonis Setiawan Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/381 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Deteksi Molekuler Infectious Mynonecorosis Virus (IMNV) pada Udang Vanname (Litopenaeus vannamei) di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Bengkulu https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/415 <p>IMNV (<em>Infectious Myonecrosis Virus)</em> merupakan virus RNA untai ganda yang menyerang jaringan otot dan hepatopankreas udang vanname, yang dapat menyebabkan kematian massal dan kerugian ekonomi pada budidaya udang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan virus <em>Infectious Myonecrosis Virus</em> (IMNV) pada udang vanname (<em>Litopenaeus vannamei</em>) di Laboratorium Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Bengkulu. Hasil pengujian menunjukkan hasil negatif, yang menandakan tidak adanya infeksi IMNV pada sampel tersebut. Hal ini mengetahui bahwa populasi udang vanname di lokasi pengambilan sampel dalam kondisi sehat dan bebas dari virus IMNV. Penelitian ini menjelaskan pentingnya pengujian molekuler dan pengawasan ketat oleh institusi karantina dalam menjaga kesehatan stok benih udang serta mencegah penyebaran penyakit virus. Disarankan agar monitoring rutin dan manajemen biosekuriti tetap dijalankan untuk keberlanjutan budidaya udang yang sehat.</p> Friskila Damar Ratri, Mardhiani, Dewi Purnama Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/415 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Manajemen Manajemen Pemberian Pakan Pada Budidaya Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) dengan Metode Keramba Jaring Apung (KJA) di BBPBL Lampung https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/411 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis manajemen pemberian pakan pada budidaya ikan bawal bintang (<em>Trachinotus blochii</em>) dengan metode Keramba Jaring Apung (KJA) di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Permasalahan utama dalam kegiatan budidaya adalah tingginya biaya produksi yang sebagian besar berasal dari pakan serta kurang optimalnya pengelolaan pakan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Kegiatan observasi dilakukan selama 26 hari pemeliharaan dengan padat tebar sebesar 300 ekor/m<sup>3. </sup>Metode observasi langsung dengan mengikuti seluruh tahapan budidaya mulai dari persiapan wadah, penebaran benih, pemberian pakan, hingga proses sampling dan monitoring. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan parameter <em>Feeding Rate </em>(FR), <em>Feed Conversion Ratio </em>(FCR), <em>Specific Growth Rate </em>(SGR), dan <em>Survival Rate </em>(SR). Hasil menunjukkan bahwa pemberian pakan dilakukan secara teratur sebesar 3% dari biomassa ikan atau sekitar 1,8 kg/hari selama 26 hari pemeliharaan. Pertumbuhan ikan mengalami peningkatan dari bobot awal 300 gram menjadi 466,4 gram. Nilai FCR sebesar 1,4 menunjukkan efisiensi pemanfaatan pakan yang baik, SGR sebesar 1,69%/hari menunjukkan laju pertumbuhan yang optimal, serta SR sebesar 98,5% menunjukkan tingkat kelangsungan hidup yang sangat tinggi. Dengan demikian, manajemen pemberian pakan yang tepat dan terkontrol berperan penting dalam meningkatkan efisiensi pakan, pertumbuhan, serta keberhasilan budidaya ikan bawal bintang pada sistem Keramba Jaring Apung.</p> Wawan Gunawan, Nella Tri Agustini Copyright (c) 2026 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/411 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000