PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel <p>PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN merupakan prosiding seminar yang diadakan oleh Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. dilaksanakan setahun sekali dan mengundang berbagai peneliti, dosen, mahasiswa yang mempresentasikan makalahnya di seminar ini .</p> <p><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230404342321330">ISSN : 2987-5587</a> </p> <p>Seminar Nasional ini diselenggarakan setiap tahun oleh Program Studi Ilmu Kelautan. Seminar Nasional Hasil Penelitian Kelautan dan Perikanan menerima naskah artikel penelitian yang akan dimuat dalam prosiding ini. Adapun bidang ilmu yang diseminarkan adalah SIG dan Penginderaan Jauh untuk kelautan dan perikanan, Manajemen Sumberdaya Kelautan dan Perikanan, Oseanografi, Perikanan Tangkap, Biodiversitas dan Bioekologi Kelautan, Perubahan Iklim dan Mitigasi Bencana Pesisir, Marikultur, Biteknologi dan Bioprospeksi Laut, Agromaritim Kompleks (Pertanian Wilayah Pesisir)</p> en-US anaariasari@unib.ac.id (Ana Ariasari) akbarabdur@gmail.com (Akbar Abdurrahman Mahfudz) Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 KAJIAN POTENSI TERUMBU KARANG DI PERAIRAN KAWASAN KONSERVASI PULAU GILI MATRA KABUPATEN LOMBOK UTARA PROV. NUSA TENGGARA BARAT https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/257 <p><span class="fontstyle0">Kawasan Konservasi Pulau Gili Matra (Meno, Air, dan Trawangan) di Lombok, Nusa Tenggara Barat, memiliki ekosistem terumbu karang seluas 247,50 ha. Tekanan dari aktivitas manusia menimbulkan masalah bagi kelestarian terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menilai potensi terumbu karang di KKP Gili Matra, baik dari sisi biofisik maupun nilai ekonominya, guna mendukung kebijakan pengelolaan berkelanjutan yang dilaksanakan mulai tanggal 15 Februari hingga 11 Mei 2024, dengan metode observasi dan penentuan stasiun pengamatan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada 7 (tujuh) jenis life form utama dengan tutupan karang hidup berkisar antara 16,63% - 83,92%, indeks kesehatan karang bervariasi dari skor 1 hingga 6 yang menunjukan ada ancaman pemutihan yang signifikan dan tidak ada yang mendominasi dengan tingkat keanekaragaman yang merata, namun indeks mortalitas cukup tinggi. Indeks kelimpahan ikan karang tergolong sangat jarang (1-5 ekor/m2) dan tidak ada yang mendominasi serta keaneragaman jenis yang merata. Hubungan tutupan karang dengan kelimpahan ikan tergolong lemah dengan persamaan korelasi y = 0,26595+4,7512 dengan nilai R2 sebesar 0,1057. Nilai manfaat langsung ekosistem terumbu karang sebesar Rp. 121.356.800.000/tahun dan nilai manfaat serapan karbon (manfaat tidak langsung) sebesar Rp. 618.750.000/tahun. Nilai manfaat pilihan ekosistem sebagai penyedia keanekaragaman hayati sebesar Rp. 122.007.825/tahun. Nilai total keseluruhan valuasi ekonomi KKP Gili Matra adalah Rp. 134.243.737.825/tahun. Namun demikian untuk menjaaga nilai kebermanfaatan potensi ekosistem terumbu karang di kawasan ini perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap potensi kegiatan manusia yang cenderung merusak dan sistim penegakan hukum yang konsisten.</span></p> Dimas Putra Prihananto, Basuki Rachmad, Priyanto Rahardjo Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/257 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 KARAKATERISTIK HABITAT TERIPANG DAN POTENSI DI PERAIRAN PULAU NUSI, DISTRIK MAKIMI KABUPATEN NABIRE DALAM KAITAN DENGAN SASI SECARA ADAT https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/258 <p>Perairan Teluk Cenderawasih masuk dalam WPP 717 dan memiliki potensi sumberdaya alam laut yang tinggi. Salah satu potensi teripang berada di perairan Pulau Nusi yang masuk dalam wilayah adminstrasi Kabupaten Nabire. Teripang menjadi komoditi unggulan bagi masyarakat setempat, yang diambil secara langsung dari alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik habitat sebagai tempat hidup teripang serta kepadatan dan komposisi jenis dalam kaitan dengan perlindungan (sasi) secara adat. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 April sampai dengan 30 Juni 2024 dengan menggunakan metode belt transek dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 jenis teripang, dengan jumlah individu terbanyak adalah jenis Holothuria scabra sebanyak 692 individu dan jumlah individu yang sedikit adalah Bohadschia ocelatta sebanyak 108 individu. Frekuensi ukuran panjang dan ukuran berat teripang lebih didominasi oleh jenis teripang kamboa (H<em>. scabra</em>) dengan kelas ukuran pangjang 17,4 – 22,3 cm dan kelas ukuran berat 220 - 269,9 g. Jenis substrat tersebar secara berbeda mengikuti sebaran zona atas, zona tengah dan zona bawah. Tingginya jumlah individu teripang di perairan Pulau Nusi karena dilakukan perlindungan secara adat (sasi) serta ditunjang oleh faktor lingkungan perairan yang berada dalam kondisi normal untuk menunjang kehidupan teripang.</p> Yan Maruanaya, Frits A Maitindom, Margret I Solissa, Irianty Tampubolon, Rahayu S. Misitina Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/258 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS PADAT TEBAR TELUR BERBEDA TERHADAP TINGKAT PENETASAN TELUR IKAN TAMBAKAN (Helostoma temminckii) https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/272 <p>Pembenihan ikan adalah suatu rangkaian kegiatan pemijahan ikan yang bertujuan untuk memproduksi anakan ikan. Masalah terbesar yang dihadapi pembenihan ikan Tambakan (<em>Helostoma temminckii</em>) adalah rendahnya angka keberhasilan pembuahan dan penetasan telur, sehingga perlu dilakukan cara untuk meningkatkan derajat pembuahan dan daya tetas telur ikan adalah dengan mengatur kepadatan telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas padat tebar telur terhadap derajat pembuahan dan penetasan telur ikan Tambakan. Ikan uji yang digunakan adalah induk ikan Tambakan dengan bobot induk betina 165 g dan induk jantan 75 g. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan (P1: 10 butir/liter air; P2: 30 butir/liter air; dan P3: 50 butir/liter air) dan tiga ulangan. Parameter yang diamati pada penelitian meliputi derajat pembuahan, derajat penetasan, lama penetasan dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar telur yang berbeda berpengaruh nyata (p&lt; 0,05) terhadap derajat pembuahan dan penetasan telur ikan Tambakan. Derajat pembuahan dan derajat penetasan tertinggi ditunjukkan pada perlakuan P2 masing – masing sebesar 93,33±3,34% dan 82,71±9,36% dengan lama penetasan 773,33±67,21 menit.</p> Fitria Wulandari, Triayu Rahmadiah, Ikromatun Nafsiyah, Siska Almaniar Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/272 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 PEMANFAATAN AIR REBUSAN SIRIH TERHADAP KUALITAS AIR DALAM TRANSPORTASI JARAK DEKAT SISTEM TERTUTUP IKAN SEPAT https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/260 <p>Industri ikan hias Indonesia memiliki potensi besar namun belum dimanfaatkan maksimal. Ikan sepat (<em>Trichogaster sp.</em>) merupakan salah satu spesies potensial dalam industri ini. Tantangan utama dalam pengembangan sektor ini adalah transportasi, terutama dalam menjaga kelangsungan hidup dan kualitas air ikan selama transportasi. Inovasi seperti penggunaan air rebusan daun sirih (<em>Piper betle L</em>.) dengan sistem transportasi tertutup jarak dekat dianggap penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi ikan hias. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas air rebusan sirih dalam mempertahankan parameter kualitas air yang optimal selama transportasi ikan sepat. Ikan uji yang digunakan adalah ikan sepat dengan bobot 9,50 ± 0,01 g. Tiga perlakuan diterapkan: K (tanpa penambahan air rebusan daun sirih), DS3 (penambahan 3 mL/L air rebusan daun sirih), dan DS6 (penambahan 6 mL/L air rebusan daun sirih). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan DS6 paling optimal dalam menjaga kualitas air selama transportasi. Perlakuan ini efektif mengendalikan amonia (0,67 mg/L), menjaga pH dan oksigen terlarut pada level yang baik, serta tidak menyebabkan perubahan suhu yang signifikan. Meskipun terjadi peningkatan EC (196,67 µS/cm) dan TDS (98,33 mg/L), nilai-nilai tersebut masih dalam batas toleransi ikan, terbukti dengan kelangsungan hidup 100% setelah transportasi. Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan air rebusan daun sirih dengan konsentrasi 6 mL/L dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kualitas transportasi ikan hias, khususnya ikan sepat.</p> Rendi Julian, Muhamad Ronaldo, Triayu Rahmadiah, Ikromatun Nafsiyah, Muhammad Subhan Hamka Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/260 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS ABRASI DAN AKRESI BERDASARKAN CITRA SATELIT DENGAN METODE NEURAL NETWORK CLASSIFIER https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/261 <p>Penelitian ini memaparkan hasil uji coba penggunaan <em>neural network classifier</em> pada citra satelit untuk menganalisis perubahan garis pantai sejak 1984 hingga 2021. Uji coba dilaksanakan di sekitar Pantai Penyu, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Telah dianalisis 331 citra dari satelit Landsat 5, Landsat 7, Landsat 8, Landsat 9, dan Sentinel-2. Dari hasil analisis diperoleh ekstraksi garis pantai dari seluruh citra, perubahan garis pantai secara bulanan, musiman, dan tren abrasi/akresi di setiap transek pengamatan perubahan garis pantai. Pengaruh tsunami 2004 terekam dalam citra menghasilkan abrasi hingga 50 m di lokasi kajian. Tren perubahan garis pantai pada transek-transek pengamatan sepangjang garis pantai pada domain kajian berkisar antara -3,23 m/tahun (abrasi) sampai 0,87 m/tahun (akresi).</p> Hani Ramadhan, Fegi Nurhabni, Novi Susetyo Adi, Santoso Budi Widiarto Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/261 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 TEKNIK PEMBESARAN IKAN KERAPU BEBEK (CROMILEPTES ALTIVELIS) DENGAN METODE KERAMBA JARING APUNG (KJA) DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDI DAYA LAUT LAMPUNG https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/262 <p>Ikan kerapu bebek merupakan komuditas perikanan yang menjadi peluang bisnis baik di pasar domestik maupun pasar Internasional. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui teknik pembesaran ikan kerapu bebek dengan metode Keramba Jaring Apung (KJA) secara langsung di BBPBL Lampung. Metode yang digunakan yaitu metode observasi dan analisis deskriptif. Metode observasi yaitu dimana kegiatan mengamati yang didasarkan pada fakta-fakta dilapangan. Sedangkan analisis deskriptif yaitu memberikan deskripsi atau gambaran mengenai objek penelitian dan mengintepretasikannya sesuai dengan keadaan apa adanya. Keramba Jaring Apung yang digunakan terdiri dari jaring yang berukuran 3 m x 3 m x 3 m yang berbahan <em>Polyethylene </em>(PE) dengan mata jaring berukuran 1-1,5 inci, pelampung dan pemberat. Kedalam keramba ditebar benih ukuran 50-75 gram dan panjang 17- 32 cm dengan, kepadatan 100 ekor/m<sup>3</sup>. Ikan diberikan pakan rucah jenis kuniran dan pellet megami GR kode no. 10 dengan dosis 3% dari total biomassa. Frekuensi pemberian 1 kali/hari pada pukul 08.30 pagi secara ad satiation. Pertumbuhan ikan diamati dengan melakukan pengukuran panjang dan berat seminggu sekali. Sampel diambil secara acak sebanyak 10 % dari jumlah pupulasi hidup. Kualitas air berupa salinitas, suhu, DO, kecerahan, dan kedalaman diamati juga seminggu sekali. Hasil pemeliharaan selama 27 hari diperoleh berat rata-rata 0,609 g/ekor, laju pertumbuhan spesifik 1,63% dan menghasilkan nilai konversi pakan 1,76 dengan kombinasi ikan rucah 70% yaitu sebesar 1,19 dan pellet 30% yaitu sebesar 0,51, serta kelulusan hidup sebesar 100%.</p> Reza Oktoviani, An Nisa Nurul Suci, Lucky Marzuki Nasution Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/262 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 UJI KANDUNGAN FORMALIN PADA IKAN LAYUR (Trichiurus lepturus) DI LABORATORIUM PENGUJI STASIUN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN BENGKULU https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/263 <p>Ikan Layur (<em>Trichiurus lepturus</em>) merupakan salah satu komoditas perikanan yang banyak di ekspor keluar Provinsi Bengkulu. Provinsi Bengkulu sendiri memiliki beberapa Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang memproduksi dan mendistribusikan ikan Layur. Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Bengkulu, berperan sebagai penjaminan mutu dan kualitas dari ikan yang akan di ekspor keluar Provinsi Bengkulu. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menguji keberadaan formalin pada ikan Layur beku yang berasal dari kegiatan <em>official control</em> di beberapa UPI ber-HACCP Kota Bengkulu. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium penguji SKIPM Bengkulu. Pengujian dilakukan menggunakan metode semi-kuantitatif dengan bantuan tes kit uji formalin. Metode ini dipilih karena kemudahan penggunaannya dan keakuratannya dalam mendeteksi keberadaan formalin pada sampel ikan. Tiga sampel ikan Layur beku diuji dalam penelitian ini. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketiga sampel tersebut tidak mengandung formalin dengan konsentrasi 0 mg/L, yang mengindikasikan bahwa ikan Layur yang diuji aman dari kontaminasi formalin. Temuan ini penting untuk menjamin keamanan konsumsi hasil perikanan dan mendukung upaya peningkatan mutu produk perikanan di wilayah Bengkulu.</p> Syahra Khairunnisa, Mukti Dono Wilopo, Aan Fibro Widodo Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/263 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS KERAPATAN DAN TUTUPAN LAMUN DI PERAIRAN DESA KAHYAPU PULAU ENGGANO https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/264 <p>Perubahan dalam kerapatan dan tutupan lamun dapat menjadi petunjuk perubahan lingkungan yang lebih luas, seperti peningkatan polusi, perubahan iklim, atau aktivitas manusia yang berdampak negatif. Lamun berperan dalam menyaring air dan menahan sedimen, sehingga informasi mengenai kerapatan dan tutupan lamun bisa digunakan untuk menilai kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tutupan dan kerapatan lamun serta mengidentifikasi jenis-jenis lamun di perairan Desa Kahyapu, Pulau Enggano. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2024 di Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano. Penelitian ini menggunakan metode transek garis (line transect) dengan teknik bingkai kuadrat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat dua spesies lamun di lokasi pengamatan yaitu <em>Enhalus acroides</em> dan <em>Thalassia hemprichii</em>. Persentase tutupan lamun jenis Enhalus acroides mencapai 37,34% dengan rata-rata nilai kerapatan 65,87 tegakan/m<sup>2</sup>. Persentase tutupan lamun spesies <em>Thalassia hemprichii</em> mencapai 12,95% dengan rata-rata nilai kerapatan 22,81 tegakan/ m<sup>2</sup>.</p> Fredricho Immanuel, Ari Anggoro Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/264 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 TEKNIK PEMBESARAN IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER) DENGAN METODE KERAMBA JARING APUNG DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/265 <p>Studi ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan efisiensi pakan pada budidaya kakap putih (<em>Lates calcarifer</em>) menggunakan metode Keramba Jaring Apung (KJA) di Balai Besar Budidaya Laut Lampung. Data dikumpulkan dengan observasi secara langsung teknik pembesaran kakap putih. Penelitian ini dilakukan selama 30 hari, mulai Bulan Juni hingga Bulan Agustus tahun 2024. Parameter yang diamati meliputi kualitas air (suhu, pH, oksigen terlarut, kedalaman dan kecerahan), frekuensi dan jumlah pakan yang diberikan, serta mortalitas harian. Teknik pemberian pakan yang diterapkan adalah sekenyang-kenyangnya (<em>ad libitum</em>) dengan kepadatan penebaran 130 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kakap putih yang dibudidayakan mencapai pertumbuhan rata-rata panjang 34,76 cm dan berat 77,46 gram dengan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi, yaitu 97,6%. Efisiensi penggunaan pakan terukur dengan rasio konversi pakan (FCR) sebesar 1,62. Kualitas air yang terjaga optimal, ketersediaan pakan berkualitas, dan manajemen budidaya yang baik diduga menjadi faktor penentu keberhasilan budidaya kakap putih pada penelitian ini. Hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan budidaya kakap putih skala komersial, khususnya dalam hal optimalisasi penggunaan pakan dan pengelolaan kualitas air.</p> Riska Widianti, Ana Ariasari Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/265 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 PROFIL POTENSI EKOWISATA PULAU DUA DI DESA KAHYAPU KECAMATAN ENGGANO https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/266 <p>Pulau Enggano merupakan salah satu pulau kecil terdepan yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dengan mayoritas penduduk yang kehidupannya bergantung pada hasil perkebunan dan hasil perikanan. Berdasarkan letak geografisnya, Pulau Enggano dikelilingi oleh Samudera Hindia dengan penduduknya sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Salah satu pulau yang terdapat di Pulau Enggano adalah Pulau Dua. Pulau Dua berada di barat daya Pulau Enggano dan dapat diakses melalui perjalanan laut dari pulau utama. Pulau Dua biasanya tidak memiliki populasi yang padat. Aktivitas yang dilakukan di pulau ini mungkin terbatas pada kegiatan perikanan lokal atau penggunaan sebagai tempat singgah bagi para pelancong. Penduduk desa Kahyapu mayoritas sebagai pendatang atau bukan asli orang enggano, Penduduk desa kahyapu menganut suku kamay. Tujuan dari penelitian ini menyusun profil wisata pulau dua di Desa Kahyapu. Penelitian ini dilakukan di Pulau Dua Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Bengkulu Utara. Metode penelitian ini menggunakan metode <em>survey</em> dengan teknik wawancara dan observasi langsung. Hasil dari penelitian bahwa diketahui potensi ekowisata yang ada di Enggano salah satunya yaitu wisata Pulau Dua yang mana terletak di Desa Kahyapu yang sangat terkenal akan wisata alamnya bahkan sangat berpotensi sebagai desa wisata.</p> Rapina Gunawan, Yar Johan Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/266 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 TEKNIK PENDEDERAN LOBSTER PASIR (Panulirus homarus) SEGMENTASI III PADA BAK TERKENDALI DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDI DAYA LAUT (BBPBL) LAMPUNG https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/267 <p>Lobster pasir (<em>Panulirus homarus</em>) merupakan salah satu komoditas di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar global. Kebutuhan yang meningkat untuk lobster ini didorong oleh kandungan nutrisinya yang tinggi serta rasa yang disukai oleh banyak konsumen Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pendederan lobster pasir (<em>Panulirus homarus</em>), serta mengetahui laju pertumbuhan Spesifik/<em>Specific Growth Rate</em> (SGR), Rasio Konversi Pakan/<em>Food Conversion Ratio</em> (FCR), dan <em>Survival Rate</em> (SR). Sebelum memulai pembesaran lobster <em>Panulirus homarus</em>, disiapkan bak <em>fiberglass</em> berukuran 250 cm x 90 cm x 45 cm yang dilengkapi dengan aerasi, pipa <em>inlet</em> dan <em>outlet</em>. <em>Shelter</em> dari semen berukuran 30 cm x 10 cm x 5 cm disusun untuk mengurangi stres dan mencegah kanibalisme. Lobster yang digunakan berukuran di bawah 150 gram. Dengan padat tebar 10 ekor/l. Lobster diberi pakan berupa kerang hijau diberikan pagi hari pada pukul 09:00 WIB sedangkan potongan ikan rucah segar diberikan siang pada pukul 14:00 WIB dan malam pada pukul 20:00 WIB dengan dosis 10-15% dari berat lobster per hari. Kualitas air dipantau secara rutin untuk mengukur suhu, pH, salinitas, DO, serta mengontrol zat berbahaya seperti amonia, dan nitrit, dengan penggantian air dan filtrasi secara berkala. Pertumbuhan lobster diamati 1 kali seminggu dengan mengukur bobot dan panjang lobster. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil seluruh sampel yaitu sebanyak 10 ekor, yang diikuti pengamatan kualitas air. Penelitian dilakukan selama 1 bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan pertumbuhan panjang sebesar 0,22 cm dan berat 8,8 gr dengan laju pertumbuhan sekitar 0,41% perminggu, dimana FCR nya bernilai 869,11 dan SR nya 100%.</p> Febrian Gusvawahyuda, An Nisa Nurul Suci, Kurniastuty Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/267 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 IDENTIFIKASI MORFOLOGI DAN MORFOMETRIK IKAN SIDAT (Anguilla sp.) FASE GLASS EEL DARI SUNGAI PADANG GUCI, KABUPATEN KAUR https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/270 <p>Laut di Provinsi Bengkulu berbatasan langsung dengan Samudera Hindia sehingga berpotensi sebagai daerah sebaran ikan sidat dan salah satu daerah penangkapan sidat ini ditemukan di sungai Padang Guci, Kabupaten Kaur. Pengelolaan dan konservasi suatu spesies diperlukan berbagai informasi seperti ekologi, morfologi, taksonomi dan juga genetik. Karakter morfologi dan morfometrik ikan sidat dapat dijadikan untuk proses identifikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis ikan sidat fase glass eel dengan pendekatan morfologi dan morfometrik ikan sidat. Metode penelitian dengan pengamatan morfologi tubuh dan pengukuran morfometrik ikan sidat fase glass eel. Identifikasi berdasarkan pengamatan morfologis dan pengukuran morfometrik fase <em>glass eel</em> memiliki 2 spesies yaitu <em>Anguilla bicolor</em> dan <em>Anguilla marmorata. </em>Berdasarkan hasil pengamatan pigmentasi pada sirip kaudal <em>glass eel</em> jenis <em>Anguilla bicolor</em> memiliki pola pigmentasi pada sirip kaudal hingga ujung ekor dan bentuk ekor yang lebih runcing dan nilai AD% 1-1,4%. Jenis <em>Anguilla marmorata </em>memiliki pola pigmentasi pada sirip caudal yang tidak mencapai ujung ekor dengan bentuk ekor yang lebih bundar dan nilai AD% 13-14%.</p> Maya Angraini Fajar Utami, Ni Komang Suryati, Aida Adha, Dwi Rizki Septiana Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/270 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 IDENTIFIKASI MORFOLOGI DAN MORFOMETRIK IKAN SIDAT (Anguilla sp.) DARI PERAIRAN PULAU BAAI, KOTA BENGKULU https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/268 <p>Ikan sidat (<em>Anguilla spp.</em>) adalah ikan migran yang hidup di perairan tawar, kemudian bermigrasi ke laut untuk bertelur. Perairan Pulau Sumatera menjadi salah satu daerah yang memiliki persebaran ikan sidat yang yaitu Provinsi Bengkulu di perairan Pulau Baai Provinsi Bengkulu. Pemahaman yang menggabungkan morfologi, morfometrik dapat membantu meningkatkan kegiatan konservasi dan pengelolaan ikan sidat sehingga populasinya terjaga serta pengolahan hasil perikanan dapat berkembang lebih lanjut di perairan Pulau Baai. Karakter morfologi dan morfometrik ikan sidat dapat dijadikan untuk proses pengamatan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentfikasi morfologi dan morfometrik ikan sidat. Metode penelitian dengan pengamatan morfologi dan pengukuran morfometrik ikan sidat. Penelitian yang dilakukan meliputi pengamatan morfologi dan pengukuran morfometrik. Berdasarkan pengamatan morfologi didapatkan ikan sidat dari perairan Pulau Baai berjenis <em>Anguilla bicolor bicolor</em> dengan rasio AD% 0,42% - 1,60% yang masuk ke dalam kategori ikan sidat bersirip pendek (<em>short finned</em>).</p> Radiah Oktarina, Maya Angraini Fajar Utami, Ni Komang Suryati, Dwi Rizki Septiana Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/268 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 IDENTIFIKASI MORFOLOGI DAN MORFOMETRIK IKAN SIDAT (Anguilla sp.) DARI PERAIRAAN TANJUNG AGUNG KOTA BENGKULU https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/269 <p>Ikan sidat (<em>Anguilla sp</em>.) adalah ikan katadromus yang memulai hidupnya di perairan tawar dan kemudian bermigrasi ke laut yang hangat untuk memijah dan menghasilkan larva (<em>glass eel</em>). Provinsi Bengkulu menjadi salah satu wilayah persebaran ikan sidat di Indonesia. Banyaknya sungai yang mengalir langsung ke laut di provinsi ini menjadikan Bengkulu sebagai habitat yang sesuai untuk ikan sidat <em>elver</em> dan dewasa, sesuai dengan pola migrasi mereka penangkapan sidat ini ditemukan diperairan Tanjung Agung Kota Bengkulu. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik morfologi dan morfometrik ikan sidat (<em>Anguilla </em>sp). Metode penelitian adalah pengamatan morfologi dan pengukuran morfometrik ikan sidat, kemudina dianalisis secara deskriptif. Hasil pengamatan morfologi dan morfometrik ikan sidat yang berasal dari perairaan Tanjung Agung&nbsp; diiddentifikasi ikan sidat&nbsp; yang tertangkap berjenis <em>Anguilla bicolor bicolor</em> dengan ciri kulit tubuh yang tidak berpola (polos), dan bentuk sirip ekor yang runcing serta nilai rasio AD% berkisar 0,99%-3,53 % dan termasuk dalam kelompok sirip pendek (<em>shortfins</em>).</p> Pita Lupia Anisa, Maya Angraini Fajar Utami, Ni Komang Suryati, Dwi Rizki Septiana Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/269 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 PROFIL POTENSI EKOWISATA BAHARI DI DESA KAHYAPU KECAMATAN ENGGANO https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/271 <p>Pulau Enggano merupakan salah satu pulau terdepan Indonesia, yang terletak di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Pulau Enggano memiliki 6 Desa yaitu Desa Kahyapu, Kaana, Malakoni, Meok, Apoho dan Banjarsari. Pulau Enggano tersebut memiliki keanekaragaman ekosistem padang lamun yang tinggi, salah satunya di perairan Pantai Desa Kahyapu. Desa Kahyapu terletak di Pulau Enggano, salah satu pulau terluar Indonesia yang berada di Samudra Hindia, di sebelah barat Pulau Sumatra. Desa ini dikenal karena kekayaan alam bawah lautnya, termasuk terumbu karang yang menakjubkan dan berbagai spesies laut. Pantai-pantainya yang mempesona dan budaya lokal yang khas membuatnya berpotensi menjadi destinasi Ekowisata bahari. Sebagian besar penduduk Desa Kahyapu bergantung pada perikanan dan kegiatan lain yang terkait dengan laut. Pengembangan desa ini sebagai Desa Bahari diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal dan mendukung pariwisata berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun Profil Desa Kahyapu di objek ekowisata bahari. Penelitian ini di lakukan di Desa Kahyapu Pulau Enggano Bengkulu Utara. Metode penelitian menggunakan metode survey dengan teknik wawancara dan observasi langsung. Hasil dari penelitian Desa kahyapu memiliki kekayaan alam bawah lautnya, termasuk perikanan tangkap, dan berbagai spesies laut. Desa Kahyapu merupakan sebuah desa yang mempunyai potensi sumberdaya hayati, yaitu ekosistem terumbu karang, ekosistem mangrove, ekosistem padang lamun dan sumberdaya hayati perikanan. Pantai-pantainya yang mempesona seperti Pulau Dua podipo dan batu layar dan budaya lokal yang khas membuatnya berpotensi menjadi destinasi wisata bahari.</p> Annisa Suci Wijayanti, Yar Johan Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/271 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS PADAT TEBAR TELUR BERBEDA TERHADAP TINGKAT PENETASAN TELUR IKAN TAMBAKAN (Helostoma temminckii) https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/259 <p>Pembenihan ikan adalah suatu rangkaian kegiatan pemijahan ikan yang bertujuan untuk memproduksi anakan ikan. Masalah terbesar yang dihadapi pembenihan ikan tambakan (<em>Helostoma temminckii</em>) adalah rendahnya angka keberhasilan pembuahan dan penetasan telur, sehingga perlu dilakukan cara untuk meningkatkan derajat pembuahan dan daya tetas telur ikan adalah dengan mengatur kepadatan telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas padat tebar telur terhadap derajat pembuahan dan penetasan telur ikan tambakan. Ikan uji yang digunakan adalah induk ikan tambakan dengan bobot induk betina 165 g dan induk jantan 75 g. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan (P1: 10 butir/liter air; P2: 30 butir/liter air; dan P3: 50 butir/liter air) dan tiga ulangan. Parameter yang diamati pada penelitian meliputi derajat pembuahan, derajat penetasan, lama penetasan dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar telur yang berbeda berpengaruh nyata (p&lt; 0,05) terhadap derajat pembuahan dan penetasan telur ikan tambakan. Derajat pembuahan dan derajat penetasan tertinggi ditunjukkan pada perlakuan P2 masing – masing sebesar 93,33±3,34% dan 82,71±9,36% dengan lama penetasan 773,33±67,21 menit.</p> Fitria Wulandari, Triayu Rahmadiah, Muhammad Subhan Hamka, Ikromatun Nafsiyah, Siska Almaniar Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/259 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 PEMETAAN DISTRIBUSI SPASIAL DAERAH PENANGKAPAN IKAN KARANG NELAYAN DI DESA KAHYAPU, PULAU ENGGANO https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/273 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh nelayan Desa Kahyapu di Pulau Enggano belum memiliki informasi spasial yang belum memadai untuk menunjang informasi daerah penangkapan ikan karang. Urgensi dari penelitian ini adalah menyediakan data pendukung mengenai daerah penangkapan ikan karang, sehingga nelayan lokal dapat melakukan kegiatan perikanan secara lebih efisien dan berkelanjutan. Tujuan Penelitian ini adalah memetakan distribusi spasial daerah penangkapan ikan karang di Desa Kahyapu. Penelitian ini menggunakan metode pemetaan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data primer diperoleh melalui survei lapangan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 titik daerah penangkapan ikan yang merupakan tempat nelayan Desa Kahyapu melakukan penangkapan ikan karang. Daerah penangkapan ikan yang sering dikunjungi oleh nelayan adalah Podipo dan Merpas. Nelayan Desa Kahyapu Ketika musim angin Tenggara tidak melakukan penangkapan ikan di Lokasi pulau dua ataupun merbau karena angin yang kencang. Sebaran jenis-jenis ikan karang yang sering ditangkap oleh nelayan terdapat 11 Jenis Ikan, dan ikan yang sering tertangkap adalah ikan Baronang dan belanak. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan pendekatan pemetaan partisipatif dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang daerah penangkapan ikan di Desa Kahyapu, Pulau Enggano, dengan mengintegrasikan pengetahuan lokal ke dalam pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.</p> M. Fikro Habibullah, Akbar Abdurrahman Mahfudz, Dewi Purnama Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/273 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 KONSERVASI MANGROVE (IDENTIFIKASI PEMBIBITAN, PENANAMAN MANGROVE, INFOGRAFIS EKOSISTEM MANGROVE) DI DESA KAHYAPU https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/275 <p>Latar Belakang dilakukannya penelitian ini adalah karena Desa Kahyapu, Kecamatan Pulau Enggano, merupakan kawasan pesisir yang memiliki ekosistem mangrove cukup luas. Untuk menjaga ekosistem mangrove di desa kahyapu tetap stabil maka dilakukannya penelitian ini dengan Konservasi melalui penanaman kembali mangrove dan melakukan penyusunan infografis ekosistem mangrove menjadi salah satu solusi efektif dalam pemulihan ekosistem pesisir dan menjaga ekosistem mangrove. Urgensi Penelitian ini dilakukan karena struktur komunitas Mangrove yang masih alami, dan minimnya kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam konservasi mangrove, maka dilakukannya penelitian ini dalam menjaga ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi spesies mangrove yang cocok ditanam di Desa Kahyapu dan Menyusun infografis tentang ekosistem mangrove. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan pemilihan lokasi dilakukan untuk menentukan area prioritas penanaman. Selain itu, infografis dibuat berdasarkan hasil analisis data ekosistem mangrove. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa penanaman bibit mangrove dilakukan penyemaian di dalam polybag dan diletakkan di Lokasi yang dekat dengan aliran air Sungai/danau dan dipasangkan waring. Jumlah bibit propagul mangrove yang ditanaman berjumlah 100 bibit propagul. Konservasi mangrove melalui penanaman kembali dan edukasi masyarakat merupakan langkah penting untuk memulihkan ekosistem pesisir di Desa Kahyapu. Infografis sebagai alat edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mangrove.</p> Yoga Reza Firnanda, Nella Tri Agustini Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/275 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 POLA DAN REKAYASA NAFKAH RUMAH TANGGA NELAYAN KAWASAN KOTA TUO, KELURAHAN PASAR BENGKULU, KECAMATAN SUNGAI SERUT, KOTA BENGKULU https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/276 <p>Kawasan kota tua kelurahan pasar Bengkulu merupakan daerah pesisir kota Bengkulu yang banyak menjadikan tangkapan hasil laut sebagai mata pencaharian atau nafkah keluarga. Permasalahan nelayan tradisional pada umumnya hidup di bawah garis kemiskinan, pertanian yang subsisten, modal melaut yang kecil, teknologi yang digunakan dan peralatan serta kemampuan dan keterampilan yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kehidupan nelayan mencerminkan dalam pemenuhan kebutuhan keluarganya dan untuk menganalisis model nafkah yang diterapkan demi pemenuhan kebutuhan kelurga nelayan. Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui gambaran kehidupan nelayan dengan pendekatan deskriptif sedangkan metode kualitatif dan analisis Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis model nafkah yang diterapkan nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran usaha nelayan tangkap menggunakan model perikanan tangkap sebagai sumber nafkah utama, kemudian pendukung nafkah adalah rekayasa usaha nelayan, pola nafkah ganda dan nafkah spasial. Strategi nafkah pada nelayan Kawasan Kota Tua yaitu rekayasa sumber nafkah dan pola nafkah ganda, kemudian rekayasa sumber nafkah dan rekayasa spasial serta rekayasa sumber nafkah, pola nafkah ganda dan rekayasa spasial.</p> Rihan Ifebri, Hariz Eko Wibowo, Lathifah Khairani, Netta Agusti Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/276 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 DESKRIPSI USAHA PENANGKAPAN IKAN DENGAN ALAT TANGKAP JARING INSANG DI DESA KAHYAPU PULAU ENGGANO https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/277 <p>Desa Kahyapu merupakan salah satu desa yang terletak di Pulau Enggano, salah satu pulau terluar Indonesia yang berada di Samudra Hindia, di sebelah barat Pulau Sumatra. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat di desa Kahyapu adalah nelayan tradisional menggunakan alat tangkap jaring insang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keuntungan usaha, memahami kondisi usaha hasil tangkapan dan pemasaran ikan di Desa Kahyapu, Pulau Enggano. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi dengan teknik wawancara. Alat tangkap yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan adalah jaring insang. Unit penangkapan yang digunakan di Desa Kahyapu adalah perahu dengan ukuran sekitar 10m x 1,85m x 1m dengan ukuran <em>Gross Tonnage</em> (GT) sekitar 4 GT. Mesin penggerak perahu adalah mesin tempel Honda dengan kekuatan sekitar 6,5-9 PK dan berbahan bakar bensin. Daerah penangkapan ikan di Desa Kahyapu adalah di daerah Sebalik, Pulau Satu, Pulau Dua, Merbau dan Sawang Bugis. Jenis ikan hasil tangkapan adalah ikan arau, ikan gole-gole, ikan kakap, ikan kerapu, ikan kakatua, ikan kotak, ikan buntal, ikan narun, ikan baronang, ikan pinang-pinang dan ikan nawi. Hasil tangkapan ikan dijual nelayan langsung ke toke atau pengepul (gudang), kemudian langsung dikirim ke Kota Bengkulu. Deskripsi hasil usaha penangkapan ikan menunjukkan bahwa pendapatan nelayan dari hasil penangkapan ikan adalah sekitar Rp.28.314.000 dengan biaya operasional Rp 21.840.000. Nilai BCR (<em>Benefit Coast Ratio</em>) 1,30 berarti usaha tersebut menguntungkan.</p> Elsa Meita Lumban Gaol, Deddy Bakhtiar Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/277 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS ASPEK BIOLOGI LOBSTER HASIL TANGKAPAN DI DESA KAANA KECAMATAN ENGGANO https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/278 <p>Desa Kaana masuk dalam wilayah Kecamatan Enggano dengan luas kurang lebih 4.481,99 km. Lobster merupakan komoditi perikanan yang bernilai ekonomis tinggi, dengan harga jual yang cukup mahal namun tetap banyak peminatnya. Permintaan pasar yang tinggi berdampak pada usaha penangkapan lobster di alam yang semakin meningkat. Pada tahun 2022 volume komoditas lobster di Indonesia sebesar 7.795 ton dengan nilai Rp 1,75 triliun. Jumlahnya naik 10,55% dibandingkan setahun sebelumnya yang sebanyak 8.716 ton dengan nilai Rp 1,75 triliun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis selang kelas, hubungan panjang-berat dan faktor kondisi lobster (<em>Panulirus</em> sp.) di Pulau Enggano khususnya di Desa Kaana. Pengambilan data dilakukan pengumpulan data primer dan data sekunder. Metode penelitian dilakukan dengan cara observasi yaitu mengukur selang kelas, panjang kerapas dan berat lobster, dan faktor kondisi. Hasil penelitian pada analisis data hubungan panjang dengan berat lobster dengan nilai b = 1,3543 dan nilai R<sup>2</sup>= 0,2579. Berdasarkan sebaran frekuensi panjang lobster, frekuensi tertinggi terdapat pada selang kelas 25-39 cm dengan frekuensi sebanyak 79 sampel lobster. Hal ini menunjukan bahwa ukuran lobster menyebar dari ukuran yang terkecil hingga terbesar yaitu ukuran 10 cm – 129 cm. Dan memiliki nilai faktor kondisi berkisar 2,9.</p> Salsabela Putri Mayesa, Ali Muqsit Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/278 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 TEKNIK PEMBIBITAN DAN INFOGRAFIS MANGROVE DI PANTAI SAWANG PINOKNI DESA KAANA, KECAMATAN ENGGANO, BENGKULU UTARA https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/279 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknik pembibitan dan penyajian infografis mengenai mangrove di Pantai Sawang Pinokni, Desa Kaana, Kecamatan Enggano, Bengkulu Utara. Mangrove merupakan ekosistem penting yang berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan pantai, mencegah erosi, serta mendukung keanekaragaman hayati. Dalam upaya mendukung konservasi dan rehabilitasi hutan mangrove di wilayah tersebut, dilakukan penerapan teknik pembibitan yang efektif dan efisien. Selain itu, infografis dibuat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat lokal tentang pentingnya ekosistem mangrove. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pembibitan yang digunakan berhasil meningkatkan tingkat pertumbuhan bibit mangrove. Infografis yang dihasilkan juga mampu memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat, sehingga diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif dalam upaya pelestarian mangrove.</p> M. Fauzal Akbarowzzhofro, Nella Tri Agustini Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/279 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS KERAPATAN MANGROVE DI DESA KAANA KECAMATAN ENGGANO https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/280 <p>Ekosistem mangrove di Desa Kaana memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan wilayah pesisir. Mangrove berfungsi menahan erosi pantai, melindungi dari gelombang, menjadi habitat bagi biota pesisir, menghasilkan karbon, serta membantu meningkatkan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kerapatan mangrove di Desa Kaana Kecamatan Enggano. Pelaksanaan penelitian ini pada bulan Juli-Agustus 2024 di Desa Kaana Kecamatan Enggano. Metode yang dilakukan penelitian ini yaitu purpossive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 stasiun yang berbeda. Hasil Penelitian ini ditemukan berbagai jenis mangrove di desa Kaana yaitu <em>Rhizophora apiculata</em>, <em>Rhizophora mcronata</em>, <em>Bruguiera gymorrhiza</em>, <em>Avicennia marina </em>dan <em>Sonneratia alba</em>. <em>Rhizophora mucronate </em>dan <em>Rhizophora apiculata</em> menjadi spesies mangrove yang paling dominan, sedangkan <em>Sonneratia alba</em> merupakan yang paling sedikit ditemukan pada Lokasi.</p> Sigit Widianto Firsta, Ayub Sugara Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/280 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 DESKRIPSI TEKNIS EKONOMI DAN SOSIAL KEGIATAN PENANGKAPAN KEPITING BAKAU (Scylla sp.) DI DESA KAHYAPU PULAU ENGGANO KECAMATAN ENGGANO https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/281 <p>Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi teknis, ekonomi, dan sosial dari kegiatan usaha penangkapan kepiting bakau di Desa Kahyapu. Penelitian dilakukan dengan metode observasi atau pengamatan langsung melalui wawancara bersama nelayan menggunakan daftar pertanyaan (Kuesioner). Data yang dikumpulkan berupa data primer yang terdiri dari keadaan umum wilayah dan sumber daya perikanan yang berkaitan dengan penentuan lokasi penelitian, wawancara mengenai jenis alat tangkap dan jenis kepiting bakau, daerah penangkapan (<em>fishing ground</em>), teknik penangkapan, pemasaran, produksi, harga, serta kondisi sosial masyarakat pelaku perikanan kepiting bakau Desa Kahyapu Pulau Enggano. Berdasarkan data observasi, perahu yang digunakan nelayan kepiting bakau Desa Kahyapu dengan kisaran panjang 9 – 11 m, tinggi perahu yang digunakan kisaran 0,8 – 1 m dan lebar perahu kisaran 1,5 – 3 m. Perahu nelayan kepiting bakau pada umumnya menggunakan bahan utama kayu, karena kayu sebagai material yang relatif murah dan mudah serta merupakan kategori Perahu Motor Tempel (PMT). Bubu bulat adalah salah satu alat tangkap tradisional yang banyak digunakan oleh nelayan untuk menangkap ikan dan crustacea, termasuk kepiting bakau dan udang. Bubu bulat memiliki bentuk silindris atau bulat, dengan panjang bubu bulat yaitu 1,5 m dan diameter 60 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penangkapan kepiting bakau memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat setempat. Secara teknis, nelayan menggunakan metode penangkapan tradisional yang ramah lingkungan, seperti bubu bulat atau perangkap, untuk menjaga kelestarian sumber daya alam di wilayah mangrove.</p> Natasya Anggia Sha Fauzi, Nur Lina Maratana Nabiu Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/281 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 TEKNIK PEMBENIHAN KUDA LAUT KARANG (Hippocampus comes) DI BALAI BESAR BUDIDAYA LAUT (BBPBL) LAMPUNG https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/282 <p>Kuda laut merupakan jenis ikan bertulang sejati (teleostei), yang terdiri dari satu genus (<em>Hippocampus spp.</em>) dan tergolong dalam pipefishes, pipehorse dan seadragon. Kuda laut karang (<em>Hippocampus comes</em>) terdaftar dalam Apendiks II CITES, efektif sejak bulan Mei 2004. Untuk mencegah kerusakan ekosistem dan menurunnya tingkat populasi kuda laut di alam, perlu dilakukan upaya budidaya (pembenihan) kuda laut sebagai salah satu alternatif yang perlu dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguasai keterampilan mengenai pembenihan kuda laut karang (<em>Hippocampus comes</em>) dan untuk mengetahui tingkat <em>Survival Rate</em> (SR) dari kuda laut karang (<em>Hippocampus comes</em>). Penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman tentang proses pembenihan secara profesional, membuka wawasan tentang lingkungan kerja dalam industri budidaya, dan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh mengenai teknik pembenihan kuda laut karang (<em>Hippocampus comes</em>) di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Penelitian dilakukan dengan metode pengambilan data melalui data primer berupa observasi, wawancara dan praktik langsung, serta data sekunder berupa literatur internet dan perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pembenihan kuda laut karang meliputi persiapan induk, persiapan wadah, pemeliharaan induk, proses reproduksi, pemeliharaan juwana dan benih, kultur pakan alami, kualitas air, hama dan penyakit, dan panen transportasi. Hasil survival rate dalam kegiatan penelitian pembenihan kuda laut karang (<em>Hippocampus comes</em>) diperoleh pada induk sebesar 78%, juwana sebesar 95%, dan benih sebesar 83%.</p> Ryan Malik Fahrzian, Ali Hafiz Al Qodri, Nur Lina Maratana Nabiu Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/282 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 TEKNIK PEMBESARAN IKAN BAWAL BINTANG (TRACHINOTUS BLOCHII) DENGAN METODE KERAMBA JARING APUNG https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/283 <p>Praktik kerja laut/lapangan pembesaran bawal bintang (<em>Trachinotus blochii) dengan metode keramba jaring apung yang berlokasi di Balai Besar Budidaya Laut Lampung diharapkan dapat menjadi informasi sebagai pengetahuan dalam peningkatan keterampilan mengembangkan budidaya bawal bintang pada daerah yang potensial. Kegiatan ini bertujuan untuk </em>menganalisa pertumbuhan dan kelangsungan hidup serta mengetahui rasio konversi pakan ikan bawal bintang (<em>Trachinotus blochii</em>) yang dibudidayakan dengan metode keramba jaring apung. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah dengan observasi secara langsung di lapangan, yaitu melakukan pengamatan selama 30 hari dengan mengamati parameter kualitas air, pemberian pakan setiap pagi, dan mortalitas. Teknik pemberian pakan diberikan terus menerus dengan menebar pakan sedikit demi sedikit hingga ikan menunjukan tanda kenyang (<em>ad satiation</em>), padat penebaran 500 ekor. Kegiatan ini dilaksanakan terhitung dari tanggal 1 Juni sampai 1 Agustus 2024. Hasil pengamatan pertumbuhan panjang bawal bintang rata-rata mencapai 16,65 cm dan berat rata-rata mencapai 83,47g ram dengan tingkat kelangsungan hidup 100%, dan rasio pemberian pakan 1:2,64. Kualitas perairan dan kontrol lingkungan yang baik serta ketersediaan pakan yang berkualitas memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ikan yang baik.</p> Yar Johan, Ena Nurhadini Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/283 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 PENDAYAGUNAAN BARANG BEKAS DAN LIMBAH SEBAGAI FILTER UNTUK MEMPERBAIKI KUALITAS AIR DALAM PEMELIHARAAN BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio) https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/284 <p>Pengelolaan kualitas air pada media budidaya dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan metode filtrasi sederhana. Metode filtrasi ini memanfaatkan barang bekas dan limbah yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan kualitas air pada kolam budidaya dan juga dapat mengurangi limbah barang bekas. Dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan barang bekas dan limbah sebagai filter dalam meningkatkan kualitas air pada wadah pemeliharaan ikan mas serta meningkatkan pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan mas (<em>Cyprinus carpio</em>). Ikan yang digunakan berukuran 3-4 cm. Pengamatan pertumbuhan dilakukan pada Bulan Juli-Agustus 2023 di Laboratorium Budidaya Perikanan AKREL. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan dua perlakuan di mana Kolam A menggunakan filter (ember bekas cat, arang batok kelapa, jaring bekas, ijuk, batu bata) dan kolam B tanpa filter. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa penggunaan filter dapat memperbaiki kualitas air, pertumbuhan Panjang 0,28 cm, bobot 0,37 gr dengan kelulushidupan sebesar 85%.</p> Asih Sriyanti, Epri Yani, Tita Dwi Kusuma, Fitri Puspita Sari Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/284 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA UDANG VANAME DI KECAMATAN KAMPUNG MELAYU KOTA BENGKULU https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/285 <p>Kecamatan Kampung Melayu yang terletak di Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu merupakan salah satu kawasan yang berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bengkulu 2021 diperuntukkan sebagai kawasan budidaya ikan. Salah satu komoditas budidaya unggulan yang dapat dikembangkan adalah udang vaname. Namun sampai saat ini, belum ditentukan secara pasti apakah kawasan di Kecamatan Kampung Melayu sesuai untuk budidaya udang vaname. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kawasan yang paling tepat untuk budidaya udang vaname. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Juli 2024 di Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel tanah dan air pada 4 stasiun kolam budidaya. Stasiun 1 (10 56’16”N, 1010 19’32”E), Stasiun 2 (3<sup>0</sup>53’03.7”S, 102<sup>0</sup>18’48.5’’E), Stasiun 3 (3<sup>0</sup>53’27.9”S, 102<sup>0</sup>18’51.5’’E) dan Stasiun 4 3°53'27.9"S 102°18'51.5"E. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan analisis pengamatan menggunakan <em>Analytical Hierarchy Process</em> (AHP) dan skoring. Hasil penelitian menujukan bahwa stasiun 4 memiliki kelasi kesesuaian terbaik yaitu sangat sesuai (S1) dengan nilai 3,57. Stasiun 1,2 dan 3 berada pada kelas kesesuaian sesuai (S2) dengan nilai masing-masing 3,03, 2,71 dan 2,86.</p> Asro Nurhabib, Risnita Tri Utami, Yulfiperius Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/285 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH PENAMBAHAN PERASAN KULIT NANAS (Ananas comosus) PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/286 <p>Dalam budidaya ikan nila pakan adalah komponen penting dari kegiatan budidaya karena menyumbang 40-70% dari total biaya produksi,maka diperlukan upaya untuk meningkatkan efisiensi pakan. Salah satu enzim yang dapat digunakan adalah enzimbromelin yang dapat diperoleh dari buah nanas. Enzim ini memiliki kemampuan untukmemecah protein menjadi komponen yang lebih sederhana, yang membuatnya mudahdiserap dan digunakan untuk pertumbuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan perasan kulit nanas pada pakan terhadap pertumbuhan ikan,konversi pakan, efisiensi pakan dan kelangsungan hidup ikan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini memiliki dosis masing-masing yaitu, P1(Pemberian pakan tanpa perasan kulit nanas), P2 (4ml/100g pakan),P3 (8ml/100gpakan), P4(12ml/100g pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan perasan kulit nanas pada pakan berpengaruh sangat nyata (**) terhadap pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, konversi pakan dan efisiensi pakan ikan nila. Perlakuan terbaik untuk berat mutlak ikan yaitu pada perlakuan P4 dengan pertumbuhan berat 22,09 gram,pertumbuhan panjang P4 dengan panjang 7,22 cm,konversi pakan pada P4 1,47 dan efisiensi pakan padaP4 67,8%. Dengan perlakuan terbaik terdapat pada P4 maka dosis yang disarankan adalah perasan kulit nanas 12 ml/100 gram pakan pada setiap parameter.</p> Dinda Kurnia Ramadhan, Dedi Perdiansyah, Risnita Tri Utami Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/286 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 TEKNIK PENANGANAN HASIL PENANGKAPAN IKAN DI DESA KAANA https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/287 <p>Desa Kaana merupakan salah satu desa yang memiliki hasil laut yang cukup melimpah salah satunya hasil perikanan nya, namun masih kerap dijumpai bahwa penanganan ikan sejak di atas perahu hingga pendaratan masih belum memenuhi prinsip penanganan ikan yang baik. Sehingga di perlukan penelitian untuk mengetahui teknik penanganan hasil penangkapan ikan yang ada di Desa Kaana. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Teknik Penanganan Hasil Penangkapan Ikan yang ada di Desa Kaana. Pelaksanaan penelitian ini pada Bulan Juli-Agustus 2024 di Desa Kaana Kecamatan Enggano. Metode yang dilakukan penelitian ini yaitu metode survey lapangan. Hasil dari penelitian dari teknik Penanganan ikan dimulai dengan memasukkan ikan ke dalam fiber berisi es atau freezer, dengan pemisahan berdasarkan jenis daging untuk mencegah kerusakan. Saat akan dikirim, ikan dipindahkan ke fiber baru yang dilapisi plastik dan diisi es batu yang dihancurkan. Ikan disusun berlapis, dengan es di antara tiap lapisan hingga penuh. Fiber kemudian ditutup rapat dan diikat sebelum dikirim ke kapal. Setibanya di pelabuhan Pulau Baai, ikan akan diambil oleh pengumpul. Kesimpulan dari hasil penelitian ini Penanganan ikan di atas perahu hingga di pengepul masih memerlukan perbaikan, terutama dalam hal menjaga kebersihan, penerapan rantai dingin, dan memenuhi standar SNI. Kurangnya proses pencucian dan tidak optimalnya penyimpanan ikan dapat mengurangi kualitas ikan dan nilai jualnya.</p> Neron Oktri Rahayu, Nurlaila Ervina` Herliani Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/287 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 DESKRIPSI ASPEK BIOLOGI DAN PENANGKAPAN IKAN KAKATUA DI DESA KAHYAPU PULAU ENGGANO BENGKULU UTARA https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/288 <p>Pulau Enggano merupakan salah satu pulau terdepan di Indonesia yang berada di Samudera Hindia. Perairan laut Bengkulu berada pada WPP-572 yaitu Perairan Samudera Hindia di wilayah Barat Sumatera yang memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Ikan kakatua termasuk dari famili <em>Scaridae</em> termasuk dalam kelompok ikan terumbu karang yang hidup di wilayah tropis dan subtropis. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kahyapu Pulau Enggano Bengkulu Utara. Penelitian dilakuan pada Bulan Juli-Agustus 2024. Metode pengambilan data dilakukan berupa panjang berat ikan kakatua. Metode pengambilan data penangkapan ikan yang dimana melakukan wawancara dengan nelayan setempat tentang jenis alat tangkap dan panjang kapal. Pada penelitian ini menggunakan metode survei untuk menganalisis deskripsi biologi pada ikan kakatua. Hasil yang didaptakn berupa&nbsp; panjang rata-rata&nbsp; ikan kakatua di Kahyapu 1484,5 cm dan juga berat ikan kakatua 34489 g. hasil analisis hubungan panjang berat ikan kakatua yang dimana diketahui bahwasanya nilai a sebesar 0,1997 dan nilai b sebesar 2,8875. terhadap nilai yang di ketahui bahwasanya pola pertumbuhan bersifat alometrik negatif. Pola pertumbuhan bersifat alometrik negatif yang bearti pertambahan panjang ikan lebih cepat dari pada pertumbuhan. mayoritas masyarakat masih menggunakan alat tangkap berupa pancing dan juga jaring, sedangkan perahu mesin tempel sebagai unit penagkapan dengan jenis mesin honda GX dengan berbahan bakar bensin dan juga memiliki ukuran 6,5-9 PK. Tujuan penelitian ini yang dimana mengetahui tentang biologi panjang berat ikan kakatua&nbsp; dan juga mengetahui deskripsi penagkapan yang berada di Desa Kahyapu Pulau Enggano.</p> Adella Mulia Ramadhani, Firda Iresta Wardani Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/288 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 TEKNIK EKSTRAKSI DNA IKAN SIDAT (Anguila spp.) DI LABORATORIUM BIOTEKNOLOGI AKUAKULTUR UNIVERSITI MALAYSIA TERENGGANU https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/289 <p>Potensi ikan sidat di Provinsi Bengkulu memerlukan proses pengidentifikasian secara molekuler dengan cara melihat susunan DNA. Dengan mempelajari susunan DNA ikan sidat dapat membantu dalam memahami aspek-aspek biologi dan ekologis ikan sidat. Pemahaman yang diperoleh dapat membantu meningkatkan kegiatan konservasi dan pengelolaannya sehingga populasi ikan sidat tetap terjaga dan dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dengan terjaganya populasi sidat, usaha perikanan baik budidaya, perikanan tangkap, ataupun pengolahan hasil perikanan dapat berkembang lebih lanjut. Ekstraksi DNA adalah proses isolasi DNA dari sel atau jaringan suatu organisme untuk dianalisis lebih lanjut. Ekstraksi DNA diperlukan untuk memisahkan atau mengeluarkan DNA sampel yang akan diamati. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses ekstraksi DNA dan Uji Elektroforesis pada ikan sidat. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu smear pada beberapa pita DNA menunjukkan bahwa DNA yang diperoleh belum murni. Pita hasil ekstraksi yang diamati setelah uji elektroforesis dinilai kurang optimal.</p> Farizah Zakirah, Mohd Sadiq bin Mohd Razak, An Nisa Nurul Suci Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/289 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH PENGGUNAAN HI BLOW TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) di PT DUA PUTRA PERKASA KABUPATEN KAUR https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/290 <p>PT. Dua Putra Perkasa Pratama di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu memiliki nilai oksigen terlarut yang rendah yaitu berkisar 3,7 - 3,9 mg/l tidak sesuai pada nilai normal oksigen terlarut yang baik dalam budidaya udang vaname yaitu 4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh penggunaan <em>hi blow</em> terhadap pertumbuhan udang vaname (<em>Litopenaeus vannamei</em>) pada tambak yang menggunakan tambahan <em>hi blow</em> dan yang tidak menggunakan tambahan <em>hi blow</em>. Penelitian dilaksanakan selama 95 hari di mulai pada 14 Maret sampai 17 Juni 2024 di PT. Dua Putra Perkasa Kabupaten Kaur provinsi Bengkulu. Tambak penelitian memiliki luas 2800 m<sup>2</sup> dengan kedalaman 250 cm. Jumlah benur yang digunakan pada setiap tambak perlakuan 570.000 ekor. Pengelolaan data penelitian menggunakan uji <em>One Way Anova</em> untuk menguji rata-rata/pengaruh perlakuan dari P1, P2, P3 dan P4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: P3 memiliki kisaran nilai oksigen terlarut terbaik (4,6-5,7mg/l). FCR pada P1 dan P3 memiliki nilai 1,3 sedangkan pada P2 dan P4 memiliki nilai 1,4. Nilai biomassa pada perlakuan 3 (P3) yaitu 11,784kg adalah yang terbaik dari P1, P2 dan P4. Semua perlakuan (P1, P2, P3, dan P4) memiliki nilai kelangsungan hidup yang sangat baik yaitu 98-99%. Untuk budidaya udang vaname, penggunaan <em>hi blow</em> sebagai alat penyuplai oksigen bisa menjadi pilihan yang efektif dalam memberikan oksigen yang cukup untuk mendukung pertumbuhan udang secara optimal. Namun, sebelum memutuskan, pertimbangkan juga faktor lain seperti kehandalan perangkat, kebutuhan perawatan, serta kondisi lingkungan tambak yang dapat mempengaruhi kinerja alat tersebut dalam jangka panjang.</p> Yulfiperius, Zulkhasyni, Firman Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/290 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 SEBARAN SPASIAL DAN KERAPATAN JENIS LAMUN DESA KAHYAPU DAN DESA KAANA PULAU ENGGANO https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/291 <p>Lamun merupakan tumbuhan sejati yang memiliki akar, batang, bunga dan biji yang hidup di perairan laut dangkal. Sebaran lamun disuatu perairan merupakan hal yang penting untuk diketahui sebagai data awal untuk mengetahui potensi lamun disuatu daerah. Masih minimnya penelitian tentang sebaran spasial dan kerapatan lamun di Pulau Enggano sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran spasial dan kerapatan jenis lamun di Desa Kahyapu dan Desa Enggano. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juli 2019. Metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan dua cara yaitu data langsung di lapangan dan menggunakan citra satelit Seninel-2A. pengambilan data kerapatan menggunakan transek kuadrat ukuran 100 cm x 100 cm. Peta distribusi lamun mengnggunakan analisis citra satelit Sentinel-2A dengan alogritma Lyzenga. Hasil penelitian menunjukan bahwa Komposisi jenis lamun yang ditemukan yaitu 3 jenis lamun di Desa Kahyapu dan Desa Kaana yaitu Lamun <em>Enhalus acoroides, Thalassia Hempricii, Cyeamodocea Spp</em>. Kerapatan jenis lamun tertinggi <em>E. acoroides</em> yaitu 123 ind/m<sup>2</sup>, kerapatan tertinggi <em>T. hemprichii</em> yaitu 1006 ind/m<sup>2</sup> dan Kerapatan tertinggi <em>Cymodocea Sp</em> yaitu 378 Ind/m<sup>2</sup>. Hasil pengolahan analisis menggunakan Citra satelit Sentinel-2A di Desa Kahyapu dan Desa Kaana, Pulau Enggano yaitu berdasarkan hasil pemetaan distribusi spasial didapatkan lamun tersebar disepanjang pesisir pantai perairan dengan luasan 83 hektar.</p> Lita Astini, Syarifudin Nur, Anggini Fuji Astuti Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/291 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS TINGKAT PROTEIN YANG BERBEDA PADA PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochrmis niloticus) https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/292 <p>Ikan nila merupakan salah satu jenis ikan budidaya karena nilai gizi yang tinggi. Di Kabupaten Nabire, aspek budidaya ikan umumnya bersifat tradisional dan konvensional sehingga tidak memenuhi permintaan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat protein yang berbeda pada pakan komersil terhadap pertumbuhan ikan nila dan kelangsungan hidupnya dengan tingkat protein yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan. Pertumbuhan bobot mutlak tertinggi terjadi pada perlakuan B, yaitu sebesar 28,74 g, diikuti perlakuan A sebesar 26,93 g, selanjutnya diikuti oleh perlakuan C sebesar 24,04 g. Selama penelitian terlihat bahwa F-hitung lebih kecil dari F-tabel yang menunjukkan bahwa tidak berbeda nyata antar perlakuan A, perlakuan B dan perlakuan C. Kondisi ini menggambarkan bahwa perlakuan A, &nbsp;perlakuan B dan perlakuan C sama- sama memberikan pertumbuhan berat bagi ikan nila. Efisiensi pakan pada perlakuan C menunjukkan efisiensi pakan yang terbaik dengan nilai 1,16 g, diikuti perlakuan B dengan nilai 1,14 g, dan kemudian perlakuan A dengan nilai 1,07 g. Faktor kualitas perairan berada pada kondisi optimal untuk pertumbuhan ikan nila.</p> Rahayu S. Mistina, Irianty Tampubolon, Yan Maruanaya, Frits A Maitindom, Margret I Solissa Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/292 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 TEKNIK PENGOLAHAN IKAN ASIN DI DESA KAANA, PULAU ENGGANO https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/293 <p>Usaha perikanan melibatkan aktivitas manusia yang berkaitan dengan pengelolaan dan&nbsp;pemanfaatan sumber daya hayati di perairan, khususnya sumber daya ikan. Ikan merupakan sumber&nbsp;protein yang sangat diminati oleh masyarakat. Salah satu cara pengolahan ikan yang memungkinkan&nbsp;penyimpanan dalam jangka waktu lama adalah dengan membuat ikan asin. Tujuan dari penelitian ini&nbsp;adalah untuk mengetahui jenis ikan dan proses pengolahan ikan asin sampai ke pemasaran di Desa Kaana.&nbsp; Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi atau pengamatan langsung dengan teknik wawancara&nbsp;dengan masyarakat pembuat ikan asin. Wawancara dilakukan terhadap 50% nelayan/ pengolah ikan asin&nbsp;yang ada di Desa Kaana, jumlah keseluruhannya yaitu 5 responden. Hasil yang diperoleh melalui&nbsp;wawancara langsung yaitu terdapat ada 8 jenis ikan yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan&nbsp;ikan asin. Ikan yang diolah menjadi ikan asin di Desa Kaana yaitu ikan lencam (<em>Lethrinidae</em>), ikan todak (<em>Xiphias gladius</em>), ikan kakap merah (<em>Lutjanus campec-hanus</em>), ikan barakuda (<em>Sphyraena</em>), ikan&nbsp;baronang (<em>Siganus</em>), ikan asuan (<em>Lethrinus miniatus</em>), ikan gebur (<em>Carangoides malabaricus</em>), ikan jenaha&nbsp;(<em>Lutjanus johnii</em>). Harga jual ikan asin yaitu 60.000 per kg dan untuk pemasarannya pengolah ikan asin&nbsp;menjual ke pengepul dan menjual ke konsumen yang datang langsung ke rumah pengolah ikan asin.</p> Renita Tumangger, An Nisa Nurul Suci Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/293 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 EVALUASI KEAMANAN PRODUK PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN (IKAN KERING BELEBERAN) DI SEKITAR PANTAI KOTA BENGKULU https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/294 <p>Ikan kering salah satu jenis produk pengolahan hasil perikanan yang memiliki prospek dalam&nbsp;perekonomian. Pembuatan ikan kering di Kota Bengkulu memberikan nilai tambah ubtuk setiap jenis ikan.&nbsp; Pengolahan produk perikanan kering dilakukan secara tradisional dan sederhana. Pengolahan yang selalu&nbsp;dilakukan di Kota Bengkulu menggunakan jenis ikan bleberan (<em>Thryssa sp</em>). Ikan jenis bleberan memiliki&nbsp;nilai tambah sampai Rp. 5.799,32/kg dan lebih tinggi dibandingkan ikan kering lain. Permasalahan kondisi&nbsp;pengolahan ikan kering saat ini tanpa menggunakan garam, kurang hygiene dan dibiarkan begitu saja&nbsp;dalam proses penjualan dan tanpa pengemasan. Selain itu, penggunaan pengawet yang tidak aman. Produk&nbsp;kering memiliki keunggulan dalan penyimpanan namun memiliki kekurangan dalam kebersihan serta&nbsp;keamanan. Urgensi penelitian meliputi beberapa produsen atau pedagang sering menambahkan bahan&nbsp;tambahan kimia berbahaya. Hal ini diperlukan evaluasi dan analisis bahan tambahan seperti formalin.&nbsp; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi adanya kandungan formalin pada produk&nbsp;pengolahan ikan kering di sekitar Pantai kota Bengkulu. Jenis penelitian ini dengan pemecahan masalah&nbsp;dengan metode deskriptif yaitu melakukan survei lokasi, pengambilan sampel dan menganalisisi&nbsp;kandungan formalin yang diduga digunakan sebagai pengawet ikan. Hasil penelitian secara kualitatif&nbsp;terhadap 10 pedagang ikan asin yang diambil secara acak. Penelitian hanya mengambil jenis ikan bleberan.&nbsp; Hasil menunjukan semua sampel positif mengandung formalin. Kandungan formalin pada ikan dapat&nbsp;terakumulasi dan berbahaya bagi tubuh manusia. Formalin dapat menyebabkan karsinogenik dan beberapa&nbsp;penyakit lain, apabila dikonsumsi dalam waktu yang cukup panjang. Oleh karena itu perlu evaluasi seperti&nbsp;data dijadikan penilaian dan dilakukan pencegahan dengan memberikan larutan pengawet yang aman,&nbsp;alami dan tidak berbahaya.&nbsp;</p> Selly Ratna Sari, Elmeizy Arafah, Nella Tri Agustini Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/294 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 DESKRIPSI PENANGKAPAN IKAN DERMERSAL DI PERAIRAN ENGGANO DESA KAANA https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/295 <p>Pulau Enggano, yang terletak di Samudera Hindia dan termasuk dalam Kabupaten Bengkulu Utara, merupakan pulau kecil yang kaya akan keanekaragaman hayati serta memiliki penduduk yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik penangkapan ikan dermersal di Desa Kaana, Pulau Enggano, dengan fokus pada alat tangkap yang digunakan, hasil tangkapan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan perikanan. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juli hingga Agustus 2024 melalui metode wawancara dan observasi langsung terhadap nelayan setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan di Desa Kaana menggunakan tiga jenis alat tangkap, yaitu jaring insang (<em>gillnet</em>), tembak (<em>speargun</em>), dan pancing. Jenis ikan yang berhasil ditangkap meliputi Golden Travelly (<em>Caranx</em> <em>guttatus</em>), Botena Kera (<em>Lethrinus</em> <em>nebulosus</em>), Kakap Lod (<em>Lutjanus</em> <em>malabaricus</em>), Giant Travelly (<em>Caranx</em> <em>ignobilis</em>) Pari manta (<em>Manta</em> <em>spp</em>), Kuwe Batu (<em>Lethrinus</em> <em>spp</em>), Asuan (<em>Naso</em> <em>spp</em>), Kakap Tambak (<em>Lutjanus</em> <em>johnii</em>), Buntal (<em>Tetraodontidae</em>), Black Belly (<em>Abudefduf</em> <em>spp</em>), Kakatua (<em>Cheilinus</em> <em>spp</em>), Baronang (<em>Siganus</em> <em>spp</em>), Kakap Merah (<em>Lutjanus</em> <em>campechanus</em>), Todak (<em>Xiphias</em> <em>gladius</em>). Analisis hasil tangkapan menunjukkan bahwa alat tangkap speargun memiliki efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan jaring insang dan pancing, serta lebih ramah lingkungan. Faktor musim ikan juga terbukti signifikan mempengaruhi hasil tangkapan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan di Pulau Enggano.</p> Oldi Aprian Ramadhan, Firda Iresta Wardani Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/295 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 PROFIL POTENSI EKOWISATA BAHARI DI DESA KAANA KECAMATAN ENGGANO https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/296 <p>Pulau Enggano merupakan salah satu pulau terluar Indonesia, yang terletak di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Pulau Enggano Salah satu pulau terluar Indonesia yang berada di Samudra Hindia, di sebelah barat Pulau Sumatra. Pulau Enggano memiliki 6 Desa yaitu Desa Kahyapu, Kaana, Malakoni, Meok, Apoho dan Banjarsari. Pulau Enggano memiliki banyak sekali potensi Wisata alam salah satunya potensi wisata Pantai yang ada di desa Kaana. Desa Kaana ini dikenal karena kekayaan alam bawah lautnya, termasuk terumbu karang yang menakjubkan dan berbagai spesies laut. Pantai-pantainya yang mempesona dan budaya lokal yang khas membuatnya berpotensi menjadi destinasi Ekowisata Bahari. Keindahan Pantai Desa Kaana belum banyak diketahui oleh masyarakat luas, diperlukan kegiatan promosi untuk pengembangan destinasi wisata bahari yang berkelanjutan. Promosi wisata bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai potensi kekayaan alam sebagai tujuan wisata menggunakan media-media promosi, seperti <em>in flight magazine, company profile, travel guide book, brosur, merchandise, poster, website</em>, dan media sosial. Pelaksanaan kegiatan observasi dilakukan di bulan Juli sampai Agustus 2024. Kegiatan promosi dimulai dengan pembuatan video, Tahapan pengembangan video promosi wisata pantai Kaana dan Desa Kaana. Tahap observasi awal dilakukan sebanyak tiga kali dengan cara pengamatan secara langsung di tempat wisata Desa Kaana. Metode penelitian menggunakan metode survey dengan teknik meliputi observasi, wawancara, dan desain pengembangan video. Tujuan obervasi adalah memetakan keindahan wilayah dan jenis wisata unggulan yang akan ditampilkan pada video.</p> M. Antonio Fidel, Dede Hartono Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/296 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 TEKNIK PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP KEPITING BAKAU (Scylla Sp) DI DESA KAHYAPU https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/297 <p>Pulau Enggano memiliki keanekaragaman ekosistem Mangrove yang tinggi, salah satunya di perairan Pantai Desa Kahyapu. Perairan pantai Desa Kahyapu Pulau Enggano di sepanjang pantainya dikelilingi dengan hutan Mangrove yang rapat yang di dalamnya terdapat potensi kepiting bakau yang besar. Meningkatnya permintaan kepiting bakau telah mendorong nelayan bubu lipat melakukan berbagai usaha untuk mendapatkan kepiting bakau dalam jumlah banyak. Penggunaan bubu lipat didasarkan pada alasan yaitu pembuatannya nya relatif mudah, biayanya murah, mudah dalam pengoperasian, hasil tangkap dalam kondisi hidup. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu mengetahui menganalisis efektivitas dua jenis umpan (ikan rucah dan kepala ayam) dalam menangkap kepiting di dua lokasi berbeda terletak di Desa Kahyapu. Analisis ini akan membantu menentukan apakah ada perbedaan signifikan dalam jumlah dan berat tangkapan kepiting berdasarkan jenis umpan dan lokasi. Hasil penelitian didapatkan dalam sepuluh kali pengulangan alat tangkap bubu lipat. Pengaruh efek lokasi tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil tangkapan di lokasi 1 dan lokasi 2, baik dalam jumlah maupun berat. Sedangkan untuk efek jenis umpan yang digunakan didapatkan perbedaan yang signifikan antara penggunaan umpan ikan rucah dan kepala ayam, baik dalam jumlah maupun berat tangkapan.&nbsp;&nbsp;</p> Benny Pabio Pratama, Mukti Dono Wilopo Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/297 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 TEKNIK BUDIDAYA (E. COTTONII) METODE KANTONG JARING (ROMBONG) DI BALAI BESAR PENGEMBANGAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/298 <p>Dalam pembudidayaan rumput laut diperlukan bibit dan metode yang tepat guna meningkatkan hasil panen yang melimpah nantinya. Pengupayaan hasil budidaya yang maksimal juga dapat ditentukan dari metode budidaya yang dilakukan. Tujuan dari Praktik Kerja Lapangan ini adalah untuk mengetahui cara kerja dari metode kantong jaring (rombong) yang diterapkan pada budidaya rumput laut di Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Praktik kerja lapangan ini dilaksanakan mulai tanggal 1 Juli - 1 Agustus 2024 di Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Pada Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini digunakan dua macam data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah observasi, wawancara dan partisipasi aktif, sedangkan data sekunder pada (PKL) ini didapatkan dari studi literatur yang ada di perpustakaan BBPBL Lampung yang berhubungan dengan teknik budidaya rumput laut E. cottonii. Tahapan budidaya yang dilakukan ada 9 tahapan yaitu Pemilihan lokasi, penentuan metode budidaya, pembuatan konstruksi kantong jaring, persiapan bibit dan seleksi bibit, peletakkan bibit kedalam rombong dan budidaya, tahapan pemeliharaan yang berisikan pengontrollan, tahap sampling pertumbuhan, tahap uji kualitas air dan penanganan hama serta penyakit. Pertumbuhan rumput laut <em>E. cottonii</em> dengan berat tanam awal 50 gram/rombong diperoleh nilai pertumbuhan mutlak sebesar 21 gram. Laju pertumbuhan harian yang lambat dengan laju pertumbuhan hanya 1,4%. Penyakit yang ditemukan selama masa pemeliharaan adalah penyakit <em>ice-ice</em>. Sebagian orang menyebut penyakit ini dengan <em>white spot</em>. Teknik budidaya rumput laut menggunakan metode kantong jaring (rombong) membantu dalam melindungi rumput laut dari serangan predator sehingga dapat tumbuh tanpa adanya gangguan predator.&nbsp;</p> Nurlaila Ervina` Harliany, Teungku Ario Naldo, Slamet Mulyono Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/298 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000 IDENTIFIKASI OBJEK TUTUPAN LAHAN KECAMATAN MUARA BANGKA HULU, KOTA BENGKULU, PROVINSI BENGKULU https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/299 <p>Kecamatan Muara Bangkahulu merupakan salah satu kota pesisir yang terletak di Provinsi Bengkulu dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Aktivitas antropogenik wilayah pesisir dapat mempengaruhi tutupan lahan yang berada di Kecamatan Muara Bangkahulu. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi objek tutupan lahan di Kecamatan Muara Bangkahulu. Data shp Kota Bengkulu tahun 2021 digunakan sebagai basis data dalam identifikasi objek tutupan lahan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat sepuluh kelas tutupan lahan yang teridentifikasi, antara lain lahan terbangun,&nbsp;jalan, pemukiman, sungai, semak belukar, dan sarana prasarana umum seperti makam, puskesmas, fasilitas pendidikan dan tempat ibadah.</p> Ana Ariasari, Aida Adha, Erisa Setiawati, Firnanda, Tejo Susilo, Muhammad Nur Ikhsan Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/299 Tue, 18 Mar 2025 00:00:00 +0000