RESPON TANAMAN KENTANG HITAM (Coleus tuberosus Benth) TERHADAP DOSIS PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK KALIUM
Abstract
Secara traditional, kentang hitam telah digunakan sebagai obat penyembuh diabetes di daerah pedesaan di Jawa Tengah, karena kentang hitam memiliki kandungan pati komplek sehingga gula yang dikandungnya tersedia secara perlahan-lahan. Selain itu, kentang ini juga digunakan sebagai makanan kecil bagi para penduduk desa. Namun demikian, informasi tentang bagaimana budidaya tanaman ini masih sangat minim, kecuali bahwa para penduduk di lereng gunung Merapi menanam kentang hitam ini pada musim kering dimana tanaman palawija yang lain sulit tumbuh. Demikian juga dengan informasi bagaimana kebutuhan nutrisi tanaman ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pupuk kendang sapi dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil kentang hitam. Stek mini kentang hitam ditanam di lahan pertanian yang telah dioleh dan dipupuk dengan kotoran sapi (5, 10, 15, dan 20 ton/ha) dan pupuk kaliam (100, 150, 200 kg KCl/ha). Hasilnya menunjukkan bahwa interaksi antara pupuk kandang dan pupuk kalium tidak berpengaruh nyata nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kentang hitam. Pupuk kendang berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman (bobot segar dan bobot kering tanaman) dan hasil kentang (jumlah umbi, bobot umbi, dan diameter umbi), dimana semakin tinggi dosis pemupukan semakin tinggi hasilnya. Namun demikian, pemupukan K hanya berpengaruh nyata terhadap bobo tumbi, di mana bobor umbi paling tinggi ditunjukkan oleh dosis K paling tinggi.


_1.png)


