TINGKAT SERANGAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN BERDASARKAN LUAS LAHAN PETANI DI SUMATERA SELATAN
Abstract
Tanaman pangan merupakan tanaman yang menjadi bahan pokok maksyarakat Indonesia yang mempengaruhi kesejahteraan Masyarakat, termasuk tanaman holtikultura juga dapat mempengaruhi kesejahteraan Masyarakat, tetapi kenyataannya kesejahteraan masyarakat menurun karena rendahnya prduktivitas tanaman akibat dari serangan organisme penggangu tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui intensitas serangan organisme pengganggu berdasarkan luas lahan petani di Sumatera Selatan. Metode yang dilakukan dalam peneltian adalah metode survey melalui observasi langsung ke lapangan. Hasil dari penelitian ini didapatkan jumlah spesies hama dan penyakit yang ditemui di semua jenis ukuran lahan 25 jenis hama dan 21 jenis penyakit. Spesies serangga hama yang ditemui pada tanaman pangan yaitu bekicot, Spodoptera frugiperda, penggerek batang padi, rayap sedangkan hama haustelata yaitu Bactrocera dorsalis, Myzus persicae, Coptosoma sp, Thrqips, Aphis gossypii, Aspidiotus destructor, Bemisia tabaci, Paracoccus marginatus, Plannococcus citri, walang sangit. Jadi, rata-rata intensitas serangan tertinggi pada luas lahan 0-0,25ha dan untuk hama yang paling banyak populasinya ialah Spodoptera frugiperda dan yang hama yang paling sedikit populasinya yaitu ulat jengkal. Oleh, karena itu, para petani di Sumatera Selatan harus memperhatikan tingkat serangan organisme penggangu tanaman agar dalam pengendalian menggunakan pestisida dapat lebih efektif yang berdasarkan luas lahan


_1.png)


