PENINGKATAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogea, L.) MELALUI PENGATURAN JARAK TANAM DAN JUMLAH BENIH PER LUBANG TANAM
Abstract
Produktivitas kacang tanah (Arachis hypogea, L.) berkisar antara 1.3 - 1.4 ton/ha lebih
rendah dibandingkan potensi hasilnya. Jarak tanam dan kepadatan tanaman merupakan
pengelolaan yang efisien dalam budidaya tanaman untuk memaksimalkan hasil panen
dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya seperti cahaya, unsur hara dan air serta
mengurangi penguapan permukaan tanah. Penelitian bertujuan untuk menentukan pengaruh
jarak tanam dan jumlah benih per lubang tanam terhadap pertumbuhan dan hasil kacang
tanah. Penelitian dilaksanakan di desa Kemumu, Kecamatan Arma Jaya Kabupaten
Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, Indonesia menggunakan Rancangan Acak Kelompok
Lengkap (RAKL) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama jarak tanam, yaitu 20 cm x 20
cm, 25 cm x 25 cm, dan 30 cm x 30 cm sedangkan faktor kedua jumlah benih per lubang
tanam, yaitu 1, 2, dan 3 benih per lubang. Hasil penelitian menunjukkan, perbedaan jarak
tanam dan jumlah benih per lubang tanam tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan
hasil kacang tanah, kecuali terhadap tinggi tanaman, jumlah polong cipo dan bobot basah
polong cipo. Jumlah benih dua atau tiga benih per lubang tanam menghasilkan tanaman
yang lebih tinggi dibandingkan satu benih per lubang tanam. Bobot polong cipo perlakuan
jarak tanam 30 cm x 30 lebih rendah dibandingkan dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm dan
25 cm x 25 cm. Bobot segar polong cipo perlakuan 3 benih per lubang tanam lebih tinggi
dibandingkan dengan 1 atau 2 benih per lubang tanam.


_1.png)


