PERIODE KRITIS PENGENDALIAN GULMA DENGAN PENGATURAN WAKTU BERGULMA PADA BUDIDAYA TANAMAN SORGUM DI LAHAN PESISIR

Authors

  • Marulak Simarmata Program Studi Agroekoteknologi Jurusan Budidaya Pertanian Universitas Bengkulu
  • Nur Ramadhani Barus Program Studi Agroekoteknologi Jurusan Budidaya Pertanian Universitas Bengkulu
  • Masdar Program Studi Agroekoteknologi Jurusan Budidaya Pertanian Universitas Bengkulu

Abstract

Waktu pengendalian gulma yang tepat menentukan lamanya tanaman berkompetisi dengan gulma perlu diketahui supaya kehilangan hasil tanaman dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan periode bergulma pada tanaman sorgum melalui pengaturan waktu pengendalian gulma. Penelitian dilaksanakan bulan Mei sampai Agustus 2020 di wilayah pesisir Kota Bengkulu. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol bebas gulma selama pertanaman, bergulma 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14 dan 16 mst (tanpa pengendalian gulma atau belgulma selama pertanaman). Data pengamatan gulma, pertumbuhan dan hasil tanaman dianalisis statistik dengan ANAVA dan diuji lanjut dengan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan pengendalian gulma dapat menghambat pertumbuhan luas daun, diameter batang dan bobot biomas tanaman, juga menurunkan panjang malai dan hasil biji kering sorgum. Apabila batas toleransi kehilangan hasil atau accepted yield loss (AYL) ditetapkan 10% atau capaian hasil tanaman 90%, maka periode kritis pengendalian gulma adalah 3,54 mst (23 hst)

Downloads

Published

2024-01-27

How to Cite

Simarmata, M., Barus, N. R., & Masdar. (2024). PERIODE KRITIS PENGENDALIAN GULMA DENGAN PENGATURAN WAKTU BERGULMA PADA BUDIDAYA TANAMAN SORGUM DI LAHAN PESISIR. PROSIDING SEMINAR NASIONAL PERTANIAN PESISIR, 2(1), 419–429. Retrieved from https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/SENATASI/article/view/213

Most read articles by the same author(s)