PEMANTAUAN KERUSAKAN JELUTUNG RAWA (Dyera lowii Hook. F) AKIBAT SERANGAN BABI HUTAN (Sus scrofa L) DI KEBUN KONSERVASI PLASMA NUTFAH SEPUCUK SUMATERA SELATAN
Keywords:
Babi hutan (Sus scrofa L.); Jelutung rawa (Dyera lowii Hook.f); Kerusakan tanaman; Pengendalian kerusakan;Abstract
Pemulihan lahan gambut yang terdegradasi melalui rehabilitasi dan revegetasi tanaman lokal, seperti jelutung rawa (Dyera lowii Hook.f), merupakan langkah penting untuk menjaga kelestarian ekosistem gambut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk kerusakan dan dampaknya terhadap tanaman, serta tingkat kerusakan jelutung rawa di Kebun Konservasi Plasma Nutfah (KKPN) Sepucuk, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan menggunakan metode sensus, dengan mencatat gejala dan bentuk kerusakan pada tanaman. Hasil menunjukkan bahwa babi hutan (Sus scrofa L.), famili Suidae, ordo Artiodactyla, adalah hewan yang menyerang jelutung rawa, dengan berbagai jenis kerusakan, termasuk goresan pada kulit batang, pengelupasan kulit, batang berlubang, hingga kehilangan setengah bagian pohon. Persentase serangan tergolong kategori berat dengan tingkat serangan rendah. Habitat babi hutan yang cocok, berupa wilayah bersemak dan rimbun, mendukung terjadinya kerusakan parah. Aktivitas babi hutan pada batang jelutung rawa juga membuka peluang bagi serangan organisme pengganggu lain, seperti rayap. Kerusakan ini dipengaruhi oleh perubahan lingkungan dan konversi hutan menjadi lahan pertanian, sehingga pengendalian diperlukan meskipun tingkat kerusakan masih tergolong rendah. Penelitian ini memberikan gambaran penting tentang dampak serangan babi hutan terhadap jelutung rawa.





_1.png)


