ENHANCING OIL PALM SEEDLING DEVELOPMENT THROUGH OIL PALM SOLID WASTE AND NPKMg APPLICATION
Keywords:
Bibit kelapa sawit; Limbah padat; Pre-nursery; Pupuk NPKMg; UltisolAbstract
Pembibitan awal (pre-nursery) dalam budidaya kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan tahap sangat penting untuk memastikan bibit yang sehat sebelum ditanam di lapangan. Optimalisasi media tanam dan pemupukan pada tahap pre-nursery untuk menghasilkan bibit sehat masih menjadi tantangan. Penelitian dilakukan untuk memanfaatkan limbah padat dari industri kelapa sawit dan pupuk NPKMg (15:15:6:4) untuk meningkatkan kualitas media tanam. Tujuan penelitian (1) menentukan pengaruh kombinasi dosis limbah padat kelapa sawit dan pupuk NPKMg (15:15:6:4) terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap pre-nursery, (2) menentukan dosis optimal limbah padat untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap pre-nursery, dan (3) menentukan dosis terbaik pupuk NPKMg (15:15:6:4) untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap pre-nursery. Percobaan dilakukan di Stasiun Percobaan Pertanian, Universitas Bengkulu, pada bulan Januari hingga April 2024. Desain percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor: faktor pertama adalah aplikasi limbah padat pada tiga level—0 kg/1 kg tanah, 0,5 kg/1 kg tanah, dan 1 kg/1 kg tanah—dan faktor kedua adalah dosis NPKMg pada empat level—1 g/polybag, 2 g/polybag, 3 g/polybag, dan 4 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara limbah padat dan NPKMg (15:15:6:4) terhadap jumlah daun. Aplikasi limbah padat secara signifikan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan bibit yang ditunjukkan oleh tinggi tanaman, diameter batang, kehijauan daun, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar yang lebih tinggi dibandingkan kontrol. Namun, aplikasi pupuk NPKMg (15:15:6:4) tidak berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan bibit sawit. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan limbah padat kelapa sawit sebagai bahan amelioran media tanam dapat secara s ignifikan meningkatkan kualitas pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap pre-nursery, sehingga dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada input pupuk sintetik





_1.png)


