KAJIAN POTENSI TERUMBU KARANG DI PERAIRAN KAWASAN KONSERVASI PULAU GILI MATRA KABUPATEN LOMBOK UTARA PROV. NUSA TENGGARA BARAT
Keywords:
Gili Matra, Terumbu Karang, Valuasi EkonomiAbstract
Kawasan Konservasi Pulau Gili Matra (Meno, Air, dan Trawangan) di Lombok, Nusa Tenggara Barat, memiliki ekosistem terumbu karang seluas 247,50 ha. Tekanan dari aktivitas manusia menimbulkan masalah bagi kelestarian terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menilai potensi terumbu karang di KKP Gili Matra, baik dari sisi biofisik maupun nilai ekonominya, guna mendukung kebijakan pengelolaan berkelanjutan yang dilaksanakan mulai tanggal 15 Februari hingga 11 Mei 2024, dengan metode observasi dan penentuan stasiun pengamatan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada 7 (tujuh) jenis life form utama dengan tutupan karang hidup berkisar antara 16,63% - 83,92%, indeks kesehatan karang bervariasi dari skor 1 hingga 6 yang menunjukan ada ancaman pemutihan yang signifikan dan tidak ada yang mendominasi dengan tingkat keanekaragaman yang merata, namun indeks mortalitas cukup tinggi. Indeks kelimpahan ikan karang tergolong sangat jarang (1-5 ekor/m2) dan tidak ada yang mendominasi serta keaneragaman jenis yang merata. Hubungan tutupan karang dengan kelimpahan ikan tergolong lemah dengan persamaan korelasi y = 0,26595+4,7512 dengan nilai R2 sebesar 0,1057. Nilai manfaat langsung ekosistem terumbu karang sebesar Rp. 121.356.800.000/tahun dan nilai manfaat serapan karbon (manfaat tidak langsung) sebesar Rp. 618.750.000/tahun. Nilai manfaat pilihan ekosistem sebagai penyedia keanekaragaman hayati sebesar Rp. 122.007.825/tahun. Nilai total keseluruhan valuasi ekonomi KKP Gili Matra adalah Rp. 134.243.737.825/tahun. Namun demikian untuk menjaaga nilai kebermanfaatan potensi ekosistem terumbu karang di kawasan ini perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap potensi kegiatan manusia yang cenderung merusak dan sistim penegakan hukum yang konsisten.
