PEMANFAATAN AIR REBUSAN SIRIH TERHADAP KUALITAS AIR DALAM TRANSPORTASI JARAK DEKAT SISTEM TERTUTUP IKAN SEPAT
Keywords:
Ikan Sepat, Daun Sirih, Transportasi, Kualitas AirAbstract
Industri ikan hias Indonesia memiliki potensi besar namun belum dimanfaatkan maksimal. Ikan sepat (Trichogaster sp.) merupakan salah satu spesies potensial dalam industri ini. Tantangan utama dalam pengembangan sektor ini adalah transportasi, terutama dalam menjaga kelangsungan hidup dan kualitas air ikan selama transportasi. Inovasi seperti penggunaan air rebusan daun sirih (Piper betle L.) dengan sistem transportasi tertutup jarak dekat dianggap penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi ikan hias. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas air rebusan sirih dalam mempertahankan parameter kualitas air yang optimal selama transportasi ikan sepat. Ikan uji yang digunakan adalah ikan sepat dengan bobot 9,50 ± 0,01 g. Tiga perlakuan diterapkan: K (tanpa penambahan air rebusan daun sirih), DS3 (penambahan 3 mL/L air rebusan daun sirih), dan DS6 (penambahan 6 mL/L air rebusan daun sirih). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan DS6 paling optimal dalam menjaga kualitas air selama transportasi. Perlakuan ini efektif mengendalikan amonia (0,67 mg/L), menjaga pH dan oksigen terlarut pada level yang baik, serta tidak menyebabkan perubahan suhu yang signifikan. Meskipun terjadi peningkatan EC (196,67 µS/cm) dan TDS (98,33 mg/L), nilai-nilai tersebut masih dalam batas toleransi ikan, terbukti dengan kelangsungan hidup 100% setelah transportasi. Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan air rebusan daun sirih dengan konsentrasi 6 mL/L dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kualitas transportasi ikan hias, khususnya ikan sepat.
