TEKNIK BUDIDAYA (E. COTTONII) METODE KANTONG JARING (ROMBONG) DI BALAI BESAR PENGEMBANGAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Keywords:
Budidaya, E. cottonii, Kantong Jaring, Rumput LautAbstract
Dalam pembudidayaan rumput laut diperlukan bibit dan metode yang tepat guna meningkatkan hasil panen yang melimpah nantinya. Pengupayaan hasil budidaya yang maksimal juga dapat ditentukan dari metode budidaya yang dilakukan. Tujuan dari Praktik Kerja Lapangan ini adalah untuk mengetahui cara kerja dari metode kantong jaring (rombong) yang diterapkan pada budidaya rumput laut di Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Praktik kerja lapangan ini dilaksanakan mulai tanggal 1 Juli - 1 Agustus 2024 di Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Pada Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini digunakan dua macam data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah observasi, wawancara dan partisipasi aktif, sedangkan data sekunder pada (PKL) ini didapatkan dari studi literatur yang ada di perpustakaan BBPBL Lampung yang berhubungan dengan teknik budidaya rumput laut E. cottonii. Tahapan budidaya yang dilakukan ada 9 tahapan yaitu Pemilihan lokasi, penentuan metode budidaya, pembuatan konstruksi kantong jaring, persiapan bibit dan seleksi bibit, peletakkan bibit kedalam rombong dan budidaya, tahapan pemeliharaan yang berisikan pengontrollan, tahap sampling pertumbuhan, tahap uji kualitas air dan penanganan hama serta penyakit. Pertumbuhan rumput laut E. cottonii dengan berat tanam awal 50 gram/rombong diperoleh nilai pertumbuhan mutlak sebesar 21 gram. Laju pertumbuhan harian yang lambat dengan laju pertumbuhan hanya 1,4%. Penyakit yang ditemukan selama masa pemeliharaan adalah penyakit ice-ice. Sebagian orang menyebut penyakit ini dengan white spot. Teknik budidaya rumput laut menggunakan metode kantong jaring (rombong) membantu dalam melindungi rumput laut dari serangan predator sehingga dapat tumbuh tanpa adanya gangguan predator.
