ANALISIS ASPEK BIOLOGI LOBSTER HASIL TANGKAPAN DI DESA KAANA KECAMATAN ENGGANO
Keywords:
Lobster, Aspek Biologi, Desa KaanaAbstract
Desa Kaana masuk dalam wilayah Kecamatan Enggano dengan luas kurang lebih 4.481,99 km. Lobster merupakan komoditi perikanan yang bernilai ekonomis tinggi, dengan harga jual yang cukup mahal namun tetap banyak peminatnya. Permintaan pasar yang tinggi berdampak pada usaha penangkapan lobster di alam yang semakin meningkat. Pada tahun 2022 volume komoditas lobster di Indonesia sebesar 7.795 ton dengan nilai Rp 1,75 triliun. Jumlahnya naik 10,55% dibandingkan setahun sebelumnya yang sebanyak 8.716 ton dengan nilai Rp 1,75 triliun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis selang kelas, hubungan panjang-berat dan faktor kondisi lobster (Panulirus sp.) di Pulau Enggano khususnya di Desa Kaana. Pengambilan data dilakukan pengumpulan data primer dan data sekunder. Metode penelitian dilakukan dengan cara observasi yaitu mengukur selang kelas, panjang kerapas dan berat lobster, dan faktor kondisi. Hasil penelitian pada analisis data hubungan panjang dengan berat lobster dengan nilai b = 1,3543 dan nilai R2= 0,2579. Berdasarkan sebaran frekuensi panjang lobster, frekuensi tertinggi terdapat pada selang kelas 25-39 cm dengan frekuensi sebanyak 79 sampel lobster. Hal ini menunjukan bahwa ukuran lobster menyebar dari ukuran yang terkecil hingga terbesar yaitu ukuran 10 cm – 129 cm. Dan memiliki nilai faktor kondisi berkisar 2,9.
