Studi Pendahuluan Pertumbuhan Amphora sp. pada Kondisi Kultur Autotrof, Miksotrof, dan Heterotrof
Keywords:
Amphora sp, autotrof, heterotrof, kepadatan sel, miksotrofAbstract
Amphora sp. merupakan diatom bentik yang memiliki potensi besar dalam aplikasi bioteknologi kelautan. Namun, sistem kultur autotrof konvensional seringkali terkendala oleh rendahnya kepadatan sel akibat keterbatasan penetrasi cahaya. Pemanfaatan fleksibilitas metabolik melalui kondisi miksotrof dan heterotrof menawarkan solusi untuk meningkatkan efisiensi produksi biomassa melalui pemanfaatan karbon organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan tumbuh diatom Amphora sp. pada berbagai kondisi trofik. Mikroalga dikultur selama 12 hari menggunakan tiga perlakuan: autotrof (media f/2), miksotrof (f/2 + glukosa, yeast extract, pepton dengan cahaya), dan heterotrof (f/2 + glukosa, yeast extract, pepton tanpa cahaya) pada suhu 24°C. Eksperimen dilakukan dengan tiga kali ulangan. Variabel pengamatan utama adalah kepadatan sel yang dihitung secara mikroskopis menggunakan Haemocytometer pada awal (H-0) dan akhir (H-12) masa kultivasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui tabulasi untuk membandingkan laju peningkatan kepadatan sel antar perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa kepadatan sel awal sebesar 1,30 x 105 sel/mL meningkat pada semua kondisi. Kepadatan sel tertinggi dicapai pada kondisi miksotrof (3,93 x 106 sel/mL), diikuti autotrof (3,81 x 106 sel/mL), dan heterotrof (1,94 x 106 sel/mL). Data ini menunjukkan bahwa Amphora sp. memiliki kemampuan untuk memanfaatkan karbon organik eksternal, meskipun pertumbuhan optimal tetap bergantung pada keberadaan cahaya.
