DESKRIPSI TEKNIS EKONOMI DAN SOSIAL KEGIATAN PENANGKAPAN KEPITING BAKAU (Scylla sp.) DI DESA KAHYAPU PULAU ENGGANO KECAMATAN ENGGANO

Authors

  • Natasya Anggia Sha Fauzi Prodi Ilmu Kelautan, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Jl. W. R. Supratman, Kandang Limun, Provinsi Bengkulu, 38371, Indonesia
  • Nur Lina Maratana Nabiu Prodi Ilmu Kelautan, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Jl. W. R. Supratman, Kandang Limun, Provinsi Bengkulu, 38371, Indonesia

Keywords:

Bubu Bulat, Desa Kahyapu, Kepiting Bakau

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi teknis, ekonomi, dan sosial dari kegiatan usaha penangkapan kepiting bakau di Desa Kahyapu. Penelitian dilakukan dengan metode observasi atau pengamatan langsung melalui wawancara bersama nelayan menggunakan daftar pertanyaan (Kuesioner). Data yang dikumpulkan berupa data primer yang terdiri dari keadaan umum wilayah dan sumber daya perikanan yang berkaitan dengan penentuan lokasi penelitian, wawancara mengenai jenis alat tangkap dan jenis kepiting bakau, daerah penangkapan (fishing ground), teknik penangkapan, pemasaran, produksi, harga, serta kondisi sosial masyarakat pelaku perikanan kepiting bakau Desa Kahyapu Pulau Enggano. Berdasarkan data observasi, perahu yang digunakan nelayan kepiting bakau Desa Kahyapu dengan kisaran panjang 9 – 11 m, tinggi perahu yang digunakan kisaran 0,8 – 1 m dan lebar perahu kisaran 1,5 – 3 m. Perahu nelayan kepiting bakau pada umumnya menggunakan bahan utama kayu, karena kayu sebagai material yang relatif murah dan mudah serta merupakan kategori Perahu Motor Tempel (PMT). Bubu bulat adalah salah satu alat tangkap tradisional yang banyak digunakan oleh nelayan untuk menangkap ikan dan crustacea, termasuk kepiting bakau dan udang. Bubu bulat memiliki bentuk silindris atau bulat, dengan panjang bubu bulat yaitu 1,5 m dan diameter 60 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penangkapan kepiting bakau memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat setempat. Secara teknis, nelayan menggunakan metode penangkapan tradisional yang ramah lingkungan, seperti bubu bulat atau perangkap, untuk menjaga kelestarian sumber daya alam di wilayah mangrove.

Downloads

Published

2025-03-18

How to Cite

Fauzi, N. A. S., & Nabiu, N. L. M. (2025). DESKRIPSI TEKNIS EKONOMI DAN SOSIAL KEGIATAN PENANGKAPAN KEPITING BAKAU (Scylla sp.) DI DESA KAHYAPU PULAU ENGGANO KECAMATAN ENGGANO. PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN, 3, 294–306. Retrieved from https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/semnaskel/article/view/281

Most read articles by the same author(s)