Pemantauan Berat Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Di Tambak Udang PT. Laut Biru Bengkulu, Pasar Bembah, Kecamatan Air Napal, Bengkulu Utara
Keywords:
Padat Tebar, Pertumbuhan, Udang VanameAbstract
Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu sektor strategis dalam perikanan Indonesia karena permintaan pasar global yang terus meningkat dan kontribusinya yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Namun, penerapan sistem budidaya intensif dengan padat tebar tinggi menimbulkan tantangan berupa penurunan kualitas air, stres lingkungan, perlambatan pertumbuhan, hingga berkurangnya sintasan. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya evaluasi terhadap pengaruh kepadatan tebar terhadap pertumbuhan udang, khususnya pada tambak intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan berat udang vaname pada padat tebar dan luasan kolam berbeda di PT. Laut Biru Bengkulu. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 menggunakan kombinasi metode eksperimen dan survei melalui pengamatan langsung, wawancara, serta dokumentasi. Data primer yang dikumpulkan meliputi hasil sampling bobot udang, jumlah individu, serta parameter pengelolaan budidaya. Laju pertumbuhan dianalisis menggunakan perhitungan Average Body Weight (ABW) dan Average Daily Growth (ADG), kemudian disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan udang meningkat bertahap dari DOC 35 hingga DOC 63, meskipun terjadi fluktuasi pada beberapa kolam akibat persaingan ruang dan pakan. Kolam A12 dan A2 menunjukkan pertumbuhan terbaik dengan ABW masing-masing mencapai 15,82 g/ekor dan 15,03 g/ekor pada DOC 63. Sementara itu, kolam A3 mengalami penurunan pertumbuhan pada periode tertentu yang diduga akibat padat tebar tinggi dan ketidakstabilan kualitas air. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pengaturan padat tebar dan manajemen kualitas air yang tepat sangat menentukan keberhasilan pertumbuhan udang vaname dalam sistem budidaya intensif.
