Prospek Pengembangan Perikanan Sidat (Anguilla spp.) di Provinsi Bengkulu (Suatu Tinjauan Ilmiah)
Keywords:
Bengkulu, Glass Ell, Ikan Sidat, Perikanan, PotensiAbstract
Provinsi Bengkulu yang terletak di Pantai Barat Pulau Sumatera dengan garis pantai sepanjang ± 525 km, mempunyai 89 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang mengalir dan bermuara ke Samudera Hindia. Wilayah perairan laut, pantai, muara dan sungai di sepanjang wilayah pesisir Provinsi Bengkulu tersebut memiliki potensi sumberdaya ikan laut (marine fishes), ikan muara (brackishwater fishes) dan ikan air tawar (freshwater fishes). Salah satu jenis sumberdaya ikan yang sangat potensial untuk dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai komoditi yang bernilai ekonomis adalah ikan sidat (Anguilla spp.). Penelitian mengenai ikan sidat sudah dilakukan sejak tahun 2010 oleh Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu bekerjasama dengan P2O-LIPI dengan meneliti keberadaan dan kelimpahan, identifikasi jenis dan musim glass eel di beberapa sungai Provinsi Bengkulu. Sejak tahun 2010 hingga tahun 2022 penelitian-penelitian eksplorasi terkait potensi dan jenis ikan sudah sudah dilakukan hampir di seluruh sungai di Provinsi Bengkulu. Terdapat 3 jenis ikan sidat yang ditemukan yaitu Anguilla bicolor, A. bicolor bicolor dan A. marmorata. Berdasarkan data produksi hasil tangkapan sidat dari 24 provinsi di Indonesia pada tahun 2018, produksi hasil tangkapan dari Provinsi Bengkulu adalah sebesar 16,1% atau berada di urutan kedua terbanyak setelah Provinsi Sulawesi Selatan. Tahun 2022-2023 Prodi Ilmu Kelautan melakukan uji coba budidaya ikan sidat bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan. Budidaya ikan sidat (Anguilla spp.) dapat menjadi komoditas unggulan budidaya perikanan di Provinsi Bengkulu. Dalam 5 (lima) tahun kedepan diharapkan budidaya ikan sidat dapat menjadi pengungkit ekonomi masyarakat nelayan dan komoditi ekspor perikanan budidaya dari Provinsi Bengkulu.
