ANALISIS KERAPATAN DAN TUTUPAN LAMUN DI PERAIRAN DESA KAHYAPU PULAU ENGGANO
Keywords:
Kerapatan, Padang Lamun, TutupanAbstract
Perubahan dalam kerapatan dan tutupan lamun dapat menjadi petunjuk perubahan lingkungan yang lebih luas, seperti peningkatan polusi, perubahan iklim, atau aktivitas manusia yang berdampak negatif. Lamun berperan dalam menyaring air dan menahan sedimen, sehingga informasi mengenai kerapatan dan tutupan lamun bisa digunakan untuk menilai kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tutupan dan kerapatan lamun serta mengidentifikasi jenis-jenis lamun di perairan Desa Kahyapu, Pulau Enggano. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2024 di Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano. Penelitian ini menggunakan metode transek garis (line transect) dengan teknik bingkai kuadrat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat dua spesies lamun di lokasi pengamatan yaitu Enhalus acroides dan Thalassia hemprichii. Persentase tutupan lamun jenis Enhalus acroides mencapai 37,34% dengan rata-rata nilai kerapatan 65,87 tegakan/m2. Persentase tutupan lamun spesies Thalassia hemprichii mencapai 12,95% dengan rata-rata nilai kerapatan 22,81 tegakan/ m2.
