TEKNIK PEMBESARAN IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER) DENGAN METODE KERAMBA JARING APUNG DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Keywords:
FCR, Kakap Putih, Keramba Jaring Apung, Pembesaran PertumbuhanAbstract
Studi ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan efisiensi pakan pada budidaya kakap putih (Lates calcarifer) menggunakan metode Keramba Jaring Apung (KJA) di Balai Besar Budidaya Laut Lampung. Data dikumpulkan dengan observasi secara langsung teknik pembesaran kakap putih. Penelitian ini dilakukan selama 30 hari, mulai Bulan Juni hingga Bulan Agustus tahun 2024. Parameter yang diamati meliputi kualitas air (suhu, pH, oksigen terlarut, kedalaman dan kecerahan), frekuensi dan jumlah pakan yang diberikan, serta mortalitas harian. Teknik pemberian pakan yang diterapkan adalah sekenyang-kenyangnya (ad libitum) dengan kepadatan penebaran 130 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kakap putih yang dibudidayakan mencapai pertumbuhan rata-rata panjang 34,76 cm dan berat 77,46 gram dengan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi, yaitu 97,6%. Efisiensi penggunaan pakan terukur dengan rasio konversi pakan (FCR) sebesar 1,62. Kualitas air yang terjaga optimal, ketersediaan pakan berkualitas, dan manajemen budidaya yang baik diduga menjadi faktor penentu keberhasilan budidaya kakap putih pada penelitian ini. Hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan budidaya kakap putih skala komersial, khususnya dalam hal optimalisasi penggunaan pakan dan pengelolaan kualitas air.
