TEKNIK PENDEDERAN LOBSTER PASIR (Panulirus homarus) SEGMENTASI III PADA BAK TERKENDALI DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDI DAYA LAUT (BBPBL) LAMPUNG
Keywords:
Lobster, Pembesaran, PendederanAbstract
Lobster pasir (Panulirus homarus) merupakan salah satu komoditas di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar global. Kebutuhan yang meningkat untuk lobster ini didorong oleh kandungan nutrisinya yang tinggi serta rasa yang disukai oleh banyak konsumen Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pendederan lobster pasir (Panulirus homarus), serta mengetahui laju pertumbuhan Spesifik/Specific Growth Rate (SGR), Rasio Konversi Pakan/Food Conversion Ratio (FCR), dan Survival Rate (SR). Sebelum memulai pembesaran lobster Panulirus homarus, disiapkan bak fiberglass berukuran 250 cm x 90 cm x 45 cm yang dilengkapi dengan aerasi, pipa inlet dan outlet. Shelter dari semen berukuran 30 cm x 10 cm x 5 cm disusun untuk mengurangi stres dan mencegah kanibalisme. Lobster yang digunakan berukuran di bawah 150 gram. Dengan padat tebar 10 ekor/l. Lobster diberi pakan berupa kerang hijau diberikan pagi hari pada pukul 09:00 WIB sedangkan potongan ikan rucah segar diberikan siang pada pukul 14:00 WIB dan malam pada pukul 20:00 WIB dengan dosis 10-15% dari berat lobster per hari. Kualitas air dipantau secara rutin untuk mengukur suhu, pH, salinitas, DO, serta mengontrol zat berbahaya seperti amonia, dan nitrit, dengan penggantian air dan filtrasi secara berkala. Pertumbuhan lobster diamati 1 kali seminggu dengan mengukur bobot dan panjang lobster. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil seluruh sampel yaitu sebanyak 10 ekor, yang diikuti pengamatan kualitas air. Penelitian dilakukan selama 1 bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan pertumbuhan panjang sebesar 0,22 cm dan berat 8,8 gr dengan laju pertumbuhan sekitar 0,41% perminggu, dimana FCR nya bernilai 869,11 dan SR nya 100%.
