TEKNIK PENGOLAHAN IKAN ASIN DI DESA KAANA, PULAU ENGGANO
Keywords:
Pengolahan, Ikan Asin, PenggaramanAbstract
Usaha perikanan melibatkan aktivitas manusia yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hayati di perairan, khususnya sumber daya ikan. Ikan merupakan sumber protein yang sangat diminati oleh masyarakat. Salah satu cara pengolahan ikan yang memungkinkan penyimpanan dalam jangka waktu lama adalah dengan membuat ikan asin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis ikan dan proses pengolahan ikan asin sampai ke pemasaran di Desa Kaana. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi atau pengamatan langsung dengan teknik wawancara dengan masyarakat pembuat ikan asin. Wawancara dilakukan terhadap 50% nelayan/ pengolah ikan asin yang ada di Desa Kaana, jumlah keseluruhannya yaitu 5 responden. Hasil yang diperoleh melalui wawancara langsung yaitu terdapat ada 8 jenis ikan yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan ikan asin. Ikan yang diolah menjadi ikan asin di Desa Kaana yaitu ikan lencam (Lethrinidae), ikan todak (Xiphias gladius), ikan kakap merah (Lutjanus campec-hanus), ikan barakuda (Sphyraena), ikan baronang (Siganus), ikan asuan (Lethrinus miniatus), ikan gebur (Carangoides malabaricus), ikan jenaha (Lutjanus johnii). Harga jual ikan asin yaitu 60.000 per kg dan untuk pemasarannya pengolah ikan asin menjual ke pengepul dan menjual ke konsumen yang datang langsung ke rumah pengolah ikan asin.
