Formulasi Teh Herbal Kombinasi Rumput Laut Sargassum sp. dan Daun Mint (Mentha spp.)
Keywords:
Daun Mint, Karakteristik, Rumput Laut Sargassum sp, TehAbstract
Rumput laut Sargassum sp. mengandung berbagai senyawa bioaktif sehingga potensial untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional. Namun, pemanfaatannya masih belum optimal, terutama di Kota Bengkulu. Salah satu produk olahan yang dapat dikembangkan adalah teh rumput laut. Rasa asin dan aroma anyir dari rumput laut sering tidak disukai sehingga menjadi kendala, untuk mehilangkannya dilakukan penambahan daun mint. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan daun mint pada teh rumput laut Sargassum sp. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dan rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan perbandingan rumput laut: daun mint yaitu; P1 (1:1), P2 (1:2), dan P3 (2:1). Setiap perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diuji yaitu kadar air, kadar abu, uji hedonik (warna, aroma dan rasa). Data kadar air dan kadar abu dianalisis dengan statistik parametrik (anova) dan data hedonik dianalisis dengan statistik nonparametrik (Krusskall Wallis) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kadar air dan kadar abu antar perlakuan, kedua parameter ini belum memenuhi standar mutu teh hitam celup (SNI 3753-2014). Penilaian warna dan rasa juga tidak menunjukan perbedaan tetapi terdapat nilai aroma menunjukkan perbedaan. Panelis cenderung lebih menyukai rasa teh rumput laut dengan penambahan konsentrasi daun mint yang lebih tinggi. Penilaian panelis terhadap warna berkisar netral- agak suka dan terhadap rasa agak tidak suka, sedangkan aroma berkisar agak tidak suka-netral. Perlu pengolahan lebih lanjut agar tingkat kesukaan konsumen terhadap teh rumput laut meningkat, seperti perendaman bahan baku pada larutan asam untuk menghilangkan bau khas rumput laut.
