Skrining Fitokimia dan Kandungan Vitamin C pada Rumput Laut Coklat Sargassum crassifolium Asal Pantai Teluk Sepang, Bengkulu
Keywords:
Fitokimia, Pantai Teluk Sepang, Sargassum crassifolium, Vitamin C.Abstract
Pantai Teluk Sepang memiliki keanekaragaman hayati rumput laut yang tinggi, yaitu ditemukan sebanyak 23 jenis rumput laut laut, salah satunya adalah jenis Sargassum crassifolium. Spesies ini memiliki kelimpahan yang tinggi, tetapi tidak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Salah satu informasi penting untuk mengembangkan pemanfaatan rumput laut adalah informasi terkait kandungan metabolit sekundernya, termasuk yang berasal dari Pantai Teluk Sepang. Tujuan penelitian ini adalah menentukan golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak kasar rumput laut S. crassifolium dan menganalisis kadar vitamin C nya. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif non hipotesis. Sampel rumput laut diambil secara random sampling di Pantai Teluk Sepang Kota Bengkulu. Tahapan penelitian meliputi preparasi, ekstraksi menggunakan pelarut bertingkat, skrinning fitokimia dan analisis kandungan vitamin C dengan metode titrasi. Hasil penelitian menunjukkan golongan senyawa yang teridentifikasi pada ekstrak rumput laut S. crassifolium adalah senyawa flavonoid dan steroid dari pelarut n-heksana (non polar), senyawa flavonoid dan steroid dari pelarut etil asetat (semi polar) dan senyawa flavonoid, senyawa saponin, serta senyawa steroid dari pelarut metanol (polar). Rumput laut S. crassifolium terbukti mengandung vitamin C yang tinggi, yaitu sebesar 71,86 mg/100g. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa S. crassifolium asal Pantai Teluk Sepang memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam bidang pangan dan kesehatan.
