Dari Udara untuk Pesisir: Pemanfaatan Drone dalam Mendukung Pemetaan Mangrove Muara Jenggalu Kota Bengkulu
Keywords:
Drone, Muara Jenggalu, Pemetaan Mangrove, UAV, Wilayah PesisirAbstract
Ekosistem mangrove memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan wilayah pesisir, termasuk sebagai pelindung alami pantai, penyerap karbon, serta habitat berbagai biota perairan. Namun, dinamika perubahan lingkungan dan tekanan aktivitas manusia menuntut tersedianya data spasial mangrove yang akurat dan mutakhir sebagai dasar pengelolaan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi drone sebagai wahana pendukung penelitian dalam pemetaan ekosistem mangrove di kawasan Muara Jenggalu, Kota Bengkulu. Metode penelitian dilakukan melalui survei lapangan menggunakan drone berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk memperoleh citra udara resolusi tinggi yang kemudian diolah melalui teknik fotogrametri dan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG). Tahapan penelitian meliputi perencanaan jalur terbang, akuisisi data citra, pengolahan orthomosaic, serta interpretasi tutupan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan drone mampu menghasilkan data spasial dengan tingkat detail yang tinggi sehingga memudahkan identifikasi sebaran, kerapatan, dan kondisi tutupan mangrove secara lebih cepat dan efisien dibandingkan metode pemetaan konvensional. Selain meningkatkan akurasi pemetaan, teknologi drone juga mampu menjangkau area pesisir yang sulit diakses serta menekan biaya operasional survei lapangan. Informasi yang diperoleh berpotensi mendukung kegiatan monitoring lingkungan, perencanaan konservasi, serta pengambilan kebijakan berbasis data di wilayah pesisir Muara Jenggalu. Dengan demikian, pemanfaatan drone menjadi pendekatan inovatif dalam penelitian pesisir yang adaptif terhadap perkembangan teknologi geospasial modern. Integrasi pemetaan drone dengan pemantauan berkala direkomendasikan untuk mendukung pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan di Kota Bengkulu.
