Patogenesitas Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana (Bals.) Vuillemin pada Larva Spodoptera frugiperda J.E Smith
Keywords:
Beauveria bassiana, Spodoptera frugiperda, mortalitasAbstract
Ulat grayak, Spodoptera frugiperda J.E. Smith (Lepidoptera:Noctuidae) merupakan serangga invasif yang telah menjadi hama pada tanaman jagung (Zea mays L.) di Indonesia. Upaya pengendalian yang dilakukan petani selama ini masih menggunakan insektisida. Namun, penggunaan insektisida dapat menimbulkan masalah dan tidak ramah lingkungan. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya pengembangan pengendalian alternatif yang ramah lingkungan. Beauevria bassiana merupakan salah satu pengendalian alternatif yang bisa dimanfaatkan untuk pengendalian hama. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan cendawan entomopatogen B. Bassiana yang mampu menginfeksi larva S. frugiperda ≥50 %. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap dengan delapan perlakuan isolat B. bassiana termasuk satu kontrol dengan tiga ulangan. Isolat yang digunakan merupakan koleksi Laboratorium Hayati Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu yang diisolasi dari serangga maupun tanah. Variabel pengamatan yang dilakukan adalah mortalitas S. frugiperda terinfeksi B. bassiana, waktu kematian, persentase pupa cacat dan imago cacat. Data dianalisis menggunakan analisis varian dan jika terdapat perbedaan nyata antar perlakuan, maka dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Test pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat B. bassiana mampu menginfeksi S. Frugiperda 13 – 50%. Mortalitas tertinggi terdapat pada isolat lokal Bb6 asal desa Mangku Rajo sebesar 50 %.





_1.png)


