TEKNIK PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP KEPITING BAKAU (Scylla Sp) DI DESA KAHYAPU
Keywords:
Bubu Lipat, Desa Kahyapu, Kepiting BakauAbstract
Pulau Enggano memiliki keanekaragaman ekosistem Mangrove yang tinggi, salah satunya di perairan Pantai Desa Kahyapu. Perairan pantai Desa Kahyapu Pulau Enggano di sepanjang pantainya dikelilingi dengan hutan Mangrove yang rapat yang di dalamnya terdapat potensi kepiting bakau yang besar. Meningkatnya permintaan kepiting bakau telah mendorong nelayan bubu lipat melakukan berbagai usaha untuk mendapatkan kepiting bakau dalam jumlah banyak. Penggunaan bubu lipat didasarkan pada alasan yaitu pembuatannya nya relatif mudah, biayanya murah, mudah dalam pengoperasian, hasil tangkap dalam kondisi hidup. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu mengetahui menganalisis efektivitas dua jenis umpan (ikan rucah dan kepala ayam) dalam menangkap kepiting di dua lokasi berbeda terletak di Desa Kahyapu. Analisis ini akan membantu menentukan apakah ada perbedaan signifikan dalam jumlah dan berat tangkapan kepiting berdasarkan jenis umpan dan lokasi. Hasil penelitian didapatkan dalam sepuluh kali pengulangan alat tangkap bubu lipat. Pengaruh efek lokasi tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil tangkapan di lokasi 1 dan lokasi 2, baik dalam jumlah maupun berat. Sedangkan untuk efek jenis umpan yang digunakan didapatkan perbedaan yang signifikan antara penggunaan umpan ikan rucah dan kepala ayam, baik dalam jumlah maupun berat tangkapan.
