Teknik Pemeliharaan Induk Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) dengan Metode KJA di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung
Keywords:
Kerapu Macan, Keramba Jaring Apung, Pemeliharaan Induk, Pemijahan Alami, Kegagalan ReproduksiAbstract
Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, berfokus pada teknik pemeliharaan induk ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) menggunakan metode Keramba Jaring Apung (KJA). Tahapan PKL meliputi persiapan wadah KJA, pemeliharaan induk dengan pemberian pakan bervariasi (ikan segar, cumi-cumi, pakan buatan) yang diperkaya suplemen (Vitamin E, C, multivitamin, DHA, minyak ikan), serta manajemen pakan dengan Feeding Rate (FR) 1-3% dari bobot badan induk. Kualitas air (suhu 29,5°C, DO 5,70 mg/l, salinitas 32 ppt, pH 8,23-8,24) terpantau optimal. Pencegahan penyakit dilakukan dengan perendaman Formaldehida 38%. Seleksi induk berdasarkan kondisi fisik dan kematangan gonad, dengan rata-rata berat 9,75 kg dan panjang 65 cm. Pemijahan induk dilakukan secara alami di KJA. Namun, tidak ada telur yang berhasil dipanen. Kegagalan ini diidentifikasi karena ketidakseimbangan rasio jantan dan betina, serta gangguan cuaca ekstrem (badai dan gelombang besar) yang menyebabkan penurunan kualitas air dan stres pada ikan.
