Manajemen Kualitas Air pada Pembesaran Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Tambak PT. USBG, Kabupaten Kaur
Keywords:
kualitas air , udang vaname, tambak intensif, manajemen budidayaAbstract
Kegiatan budidaya udang vanamei (Litopenaeus vannamei) memerlukan pengelolaan kualitas air yang baik karena parameter fisika-kimia perairan sangat menentukan pertumbuhan, kelangsungan hidup, serta kesehatan udang. Penelitian ini dilaksanakan di tambak intensif PT. Usaha Sejahtera Bersama Grago (USBG) Kabupaten Kaur dengan tujuan mengetahui penerapan manajemen kualitas air pada proses pembesaran udang serta permasalahan yang muncul selama pemeliharaan. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung, wawancara, partisipasi aktif, serta pengumpulan data sekunder. Data kualitas air diperoleh melalui pengukuran parameter suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut (DO), kecerahan, serta amonia menggunakan thermometer, pH meter, refractometer, DO meter, Secchi disk, dan spectrophotometer. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analisis tren waktu. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa suhu perairan berkisar 28–31°C, salinitas rata-rata 25 ppt, DO berada pada kisaran 6–8 ppm, dan pH 7,02–7,96; seluruhnya masih dalam batas optimal untuk budidaya udang vaname. Pengelolaan kualitas air dilakukan melalui penambahan kapur, aplikasi probiotik, penyiponan dasar tambak, serta pengaturan aerasi. Permasalahan utama yang ditemukan yaitu fluktuasi oksigen pada malam hari, peningkatan amonia dan nitrit akibat sisa pakan, serta perubahan kualitas air saat musim hujan. Secara umum, sistem manajemen kualitas air yang diterapkan PT. USBG sudah sesuai standar budidaya intensif dan mendukung keberhasilan pertumbuhan udang.
